29.12.08

Penggemar Vesva Internasional Ngumpul di Ubud Bali

Menjelang perayaan tahun baru 2009, penggemar motor Vespa antik berkumpul di Lapangan Astina Ubud, Gianyar, Bali.
Acara yang di Gelar serangkaian jambore skuter Nasional ini dihadiri oleh sekitar 4000 orang peserta dari kurang lebih 400 lebih skuter Club dari dalam dan luar negeri Serta dibuka Langsung oleh Bapak Bupati Gianyar.

Dalam Acara ini pengunjung dan juga wisatawan yang ada diwilayah Ubud dapat melihat berbagai bentuk Vesva, mulai vespa yang orisinil buatan tahun 50 hingga 70-an, hingga Vesva modifikasi berbentuk aneh.

Vosva modifikasian yang berbentuk aneh dan menarik perhatian pengunjung antara lain skuter berbentuk mobil, Vesva modifikasi ala motor Harley Davidson, hingga yang penuh digantungi barang bekas.

Selain sebagai ajang pamer Motor Vesva, dalam jambore ini para penggemar Vesva dari berbagai daerah bisa saling berbagi informasi tentang koleksi Vesva yang mereka miliki serta ajang bertukar pengalaman dalam merawat Vesva tua.

Acara yang bertaraf Internasional ini berlangsung selama dua hari, yaitu dari tanggal 27 s/d 28 Desember 2008 yang dimerihakan dengan berbagai Kegiatan mulai lomba modifikasi hingga pertunjukan musik reggae.

Selengkapnya.....

26.12.08

CARI UANG SAMBIL NGEBLOG

Bagi Anda yang punya kesenangan ngeblog, manfaatkan peluang untuk menghasilkan uang melalui hobi ngeblog Anda. Baik untuk pengguna Blogspot, Wordpress, Multiply dan profile friendster. Apalagi jika blog anda ramai dikunjungi setiap harinya, peluang untuk mendapatkan uang sangat terbuka lebar tanpa menggangu hobi memposting di blog.

Anda bisa mendaftar di Kumpul Blogger

Dengan menempatkan iklannya Anda akan mendapat uang setiap kali pengunjung melakukan klik.


Mungkin anda pernah mendengar atau membaca tentang system ini yang disebut PPC (pay per click) melalui Google Adsense. Beda dengan KumpulBlogger yang bisa dipasang dengan mudah, Google Adsense tidak bisa di pasang pada blog yang berbahasa indonesia. Iklan bisa di pasang pada sebanyak blog yang kamu miliki.

Klik Untuk Masuk Ke Kumpul Blogger

Mungkin timbul pertanyaan, berapa banyak uang yang di dapat?
Memang tidak begitu besar... Tapi jika blog kita mempunyai pengunjung yang rame, hasilnya lumayanlah bisa untuk bayar biaya mengakses internet atau kebutuhan sehari-hari lainnya.

1. Tiap 1 kali Klik bernilai : Rp.300,- , lumayan khan kalo 100 klik perhari artinya kita punya penghasilan cuma2 sekitar Rp.30.000,- per Harinya!
2. Untuk klik Mini Banner dihargai Rp 400 perklik.
Kemungkinan total penghasilan perhari = klik iklan blog kita + klik iklan blog referal

Jika perhitungan di atas benar dan berjalan sesuai rencana, maka hasilnya adalah Rp.30.000/hari, atau sekitar Rp.900.000/bulan! Bayangin aja, hanya dengan ngeblog dan kita di gaji Rp 900 ribu.

Itu dengan asumsi hanya 100 klik/hari, misalkan 1000 klik perhari? Ingat pengakses internet ratusan juta loh…Iklan kumpulblogger bisa ditempatkan di seluruh blog milik anda..

Sangat mudah khan? Hanya dengan posting di blog kita bisa mendapatkan uang. Tanpa kerja keras, hanya daftar ke KumpulBlogger dan pasang iklannya di blog dan biarkan pengunjung mengkliknya. Apalagi kalau anda memiliki lebih dari satu blog, peluang untuk berpenghasilan jutaan ataupun puluhan juta sangat terbuka.

Bagaimana cara mendaftarnya?

Sangat mudah, ikuti petunjuk berikut:

1. Tinggal klik di sini...

(Jendela baru)
2. Selanjutnya akan terbuka halaman utama kumpulblogger.
3. Isilah kotak daftar baru dengan alamat email anda dan klik register.(Alamat email yang anda masukan merupakan username untuk masuk kumpulblogger selanjutnya)
4. Setelah mengklik register, pasword akan di kirim secra otomatis ke email anda. Segera Cek email dan akan diberitahukan password untuk log in ke kumpulblogger. Jika tidak ditemukan di inbox, cek di spam mungkin nyasar di situ.
5. Segera login dengan mengisikan email waktu mendaftar dan password yang di kirim ke email anda.
6. Setelah berada di kumpulblogger, klik edit profil di navigation menu pada sisi atas halaman. Isikan data kamu dan rekening bank untuk transfer pembayaran komisi dan klik submit. Sekarang anda telah terdaftar sebagai pengiklan (publisher) kumpul blogger. Dan anda tinggal memasukan kode iklan ke blog dan menunggu klik dari pengunjung blog dan komisi anda akan ditransfer ke rekening Bank anda.

Bagaimana cara memasukan kode iklan ke blog?

Memasukkan Kode Iklan Kumpul Blogger pada blog

1. Klik untuk login

dan masukan email serta password yang diberikan (password yang dikirim dapat di ubah pada navigation menu)
2. Cari menu blogger dan klik link tambah blog. Hasil klik itu dapat anda lihat di halaman bagian tengah. Tarik scrool untuk melihatnya.
3. Setelah itu, isilah data2 mengenai blog yang didaftarkan sesuka anda. Yang terpenting alamat URL http:// nya jangan sampai salah. (Anda bisa mendaftarkan blog sebanyak yang anda punya dengan hanya sekali mendaftar).
4. Setelah blog anda terdaftar, cari dan klik menu scrift text advertising untuk blog anda.
5. Di sisi bawah halaman akan muncul kode iklan yang diperuntukkan untuk masing-masing blog yang didaftar (jika mendaftarkan lebih dari satu blog).
6. Copy paste script iklan pada halaman blog anda.
7. Dan nantikan klik-klik penghasil uang dari pengunjung blog anda tanpa harus mengganggu hobi anda melakukan posting di blog.


Klik Di sini untuk daftar Kumpul Blogger



Selain memasang iklan teks, anda juga bisa memasang iklan mini banner di seluruh blog anda baik Blogspot, Wordpress, Multiply maupun pada friendster.


Selengkapnya.....

24.12.08

MajiPlayer Music Player v. 1.2

MajiPlayer adalah satu media player yang memanjakan pengguna dengan Fitur seperti Video dan Music ( MP3 ) Playback, dukungan Maji Player mengijinkan kamu untuk mengorganisir & menjelajahi media pada telepon genggammu, Buat Playlist dan dengar/lihat
Untuk Sementara Baru tersedia Versi Demo-nya Saja..
Mudah-mudahan Versi Freewarenya segera ter-Upload..

Jika Anda ingin mencobanya Silahkan DOWNLOAD disini




Selengkapnya.....

Xml Visualizer 2 Build 5.7

Tingkatkan Xml Visualizer standar pada Studio Visual 2005 dan 2008.

Xml Visualizer didisain sebagai sebuah debug visualizer Gratis untuk Studio Visual 2005 dan 2008 yang menggunakan Internet Explorer sebagai Xml Rendering Engine dan peningkatan beberapa Fitur Xml Visualizer standar.

ini adalah beberapa fitur kunci dari "Xml Visualizer":

· Execution of XPath queries and use of XPath functions
· Create, edit and apply XSL transformations
· Editor with both Xml and XSLT debugging capabilities
· Inject Xml back into the running application
· Validate Xml and XSL against XSD
· Search functionality

Requirements:

· Studio visual 2005 dan 2008 termasuk Express Edition

DOWNLOAD

Selengkapnya.....

23.12.08

Opera Mini browser 4.2

Opera Mini™ adalah satu Aplikasi Penjelajah yang cepat dan kecil yang mengijinkan kamu untuk mengakses Internet penuh pada telponmu. Ambil semua Situs favoritmu dan download image, MP3 dengan Opera Mini!

Versi 4.2 Aplikasi Penjelajah Opera Mini memberikan beberapa fitur baru untuk pribadi customization dan waktu pemuatan lebih pendek. Pengguna Opera Mini Di USA dan daerah Asia Pasific sekarang dapat mengalami kecepatan lebih cepat, sehubungan dengan penambahan dari satu server Opera Mini parkir di USA. Versi ini juga menawarkan sebuah Skins baru yang manis, dibundel dengan dukungan yang ditingkatkan pada telpon untuk untuk mensuport YouTube dan layanan video bergerak lainnya.
Opera Mini Gratis, sehingga Silahkan diDownload sekarang!

Aplikasi Penjelajah Opera Mini mempergunakan satu server remote untuk pra proses Halaman Web sebelum mengirimkannya untuk telponmu. Konten web dioptimalkan untuk telponmu yang menjadikan penjelajahan cepat dan murah.

Opera Aplikasi Browser Mini™ menawarkan kecepatan yang sama dan usability sebagai software penjelajah yang Terkenal dan pergunakan Kekecilannya Menyaring teknologi Rendering™ untuk menyediakan akses ke Web. Ini mempunyai semua fitur yang diharapkan dari sebuah Browser dan lainnya seperti Download konten, Skinning, Booksmark,dan browsing history.

Download OPERA MINI
Selengkapnya.....

Multi Virus Cleaner 2008 8.6.1

Sebuah Utility Gratisan yang berukuran kecil untuk menghilangan virus Penting yang ada di Komputer Anda.

Pembersih Virus Multi ini adalah sebuah program Utility yang berlabel freeware untuk membersihkan berbagai jenis Virus worms dan malware seperti : MyDoom, Bagle, Sasser, Zafi, Netsky, Klez, Sobig, Welchia and Blaster

Pembersih Virus Multi ini mampu untuk mendeteksi common dialers dan trojans yang terinstal pada PC Anda.

Pembersih virus Multi ini secara teratur diupdate dan dapat mendeteksi lebih dari 5,500 virus worms, trojans dan dialers (termasuk semua variants dari Sober, MyDoom dan Bagle viruses).

Pembersih Virus Multi Sangatlah mudah dioperasikan yang memerlukan proses daya yang minimal dan merupakan sebuah pilihan yang sempurna untuk memperbaiki sebuah sistem yang compromised.

DOWNLOAD DISINI
Selengkapnya.....

Nokia Lifeblog 2.5.224

Lifeblog adalah suatu tool untuk mendesain album foto digital dengan mobile phone photographers dan bloggers yang menarik. Telpon Lifeblog Nokia dan perangkat lunak PC akan secara otomatis mengorganisir media digital anda di antara telpon bergerak dan PC Anda JAdi Anda dapat melihat, mengedit, mencari dan men-share Photo dan pesan Anda.

Apa yang Anda dapat lakukan dengan Lifeblog:
Telpon pc: Effortlessly menyalin konten di antara PC dan telpon pada dua arah.
· Impor: Import multimedia dari sumber lain pada telponmu secara Drag & Drop atau file dari PC Anda ke dalam Lifeblog Timeline.
· Show : Mendukung Semua type konten, meliputi pesan teks, multimedia, image dan video ditempatkan pada Lifeblog Timeline. Anda dapat men-zoom dan menjelajahi potongan Gambar multimedia ini, mengijinkan Anda untuk mengenangkan lagi masa lalu anda. Anda juga dapat melihat setiap item dalam fullscreen, Kesmpurnaan untuk mengumpulkan rekan dan keluarga melalui PC atau telpon.
· Filtering and search : Tayangkan hanya satu subset dari Item Anda dengan menyaring Timeline berlandaskan type Item apakah favorit atau tidak, konten teks pada Item Anda, label dan banyak lagi. Dengan Lifeblog pencarian unik dan cepat, Anda akan dengan cepat menemukan Precious Item dan bahkan temukan item Anda terlupakan !
· Edit: memutar image dan mengedit catatan teks. Untuk advanced editing Lifeblog mengijinkan Anda untuk membuka item pada Timeline dengan aplikasi lain yang diinstal pada PC anda.
· Tag and annotate: Menyertakan uraian, konten tags dan lokasi Tags untuk item Lifeblog Multimedia anda adalah mudah. Tag and annotate termasuk dalam Lifeblog search dan dapat dipergunakan untuk saring Timeline segera.
· Automatic location information : tidak seperti Kamera digital konvensional, Telpon Lifeblog terdaftar pada area jaringan bergerak setiap kali suatu Item terciptakan dapat langsung di share untuk Kemudian dapat dilihat pada PC. Lifeblog juga dapat secara otomatis menyertakan label lokasi ( ditetapkan oleh Anda ) pada Item yang terciptakan pada sesama area jaringan bergerak.
· Share : Kirimkan Item melalui e-mail, tempatkan Item untuk weblogmu, cetak image? semua ini sangat memungkinkan dengan Lifeblog. Dengan aplikasi bergerak Lifeblog Anda juga dapat membalas Pesan dan bahkan membuat panggilan ke pengirim pesan.
· Safekeeping : Mengirim konten bergerak untuk PC anda tidak hanya membebaskan ruang Memory pada telpon anda, tapi itu juga mempertahankan konten pada PC anda. Sebagai suatu jaga-jaga ekstra, Lifeblog juga mengijinkan Anda untuk membuat salinan cadangan dari semua data anda pada CD-Rom, DVD atau disk lain.

DOWNLOAD DISINI
Selengkapnya.....

Nokia PC Suite 7.1.18.0 Final

Aplikasi Gratis yang bekerja pada system Windows ini dapat digunakan untuk mngedit, Synchronisasi dan memback-up Data di Telpon Nokia Anda.

Nokia PC Suite adalah satu pengembangan Program Windows terutama untuk dipergunakan dengan Telpon Nokia.

Bergantung kepada model telpon anda, Nokia PC Suite memudahkan Anda untuk mengedit,Menyingkronkan dan melakukan Back-up File yang ada pada Telpon Nokia Anda pada satu PC yang dapat dipertukarkan melalui satu koneksi kabel Data ataupun melalui Bluetooth.

Ini adalah beberapa Fitur Nokia PC Suite 7.1.18.0 Final :

· Back up dan restore files Telpon.
· Kirim informasi, gambar, dan musik dari Telpon ke telpon atau telpon ke PC
· Synchronize Telphon anda dan PC calendars
· Edit kontak, gambar, dan telpon nama berkas
· Menginstal aplikasi Java pada telpon.
· Konversi format nada Dering
· Mainkan pesan multimedia dan video
· Mengirimkan pesan teks dari PC
· Untuk mempergunakan telpon anda sebagai sebuah modem

DOWNLOAD Nokia PC Suite 7.1.18.0 FinaL
Selengkapnya.....

19.12.08

Jejak Pendeta Budha di Cangi

Ajaran Budha sesungguhnya sempat menelisik ke berbagai pelosok desa di Bali. Terbukti dengan banyaknya tinggalan bernuansa Budha di tanah Bali yang hingga kini keberadaannya tetap dipelihara masyarakat sekitar.
Desir angin perlahan menyapu daun beringin rimbun di depan sebuah pura besar Dusun Cangi, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di sebelahnya, pada areal lapangan nan luas, puluhan anak-anak terlihat asyik bermain bola.
Sibuk kejar-kejaran, saling pepet demi merebut si kulit bundar.
Di kawasan yang menjadi bagian dari Desa Pakraman Ganggangan Cangi itu, sore hari pada pertengahan Januari lalu suasananya memang tampak cerah. Anak-anak yang lagi asyik merumput di lapangan seakan tanpa beban. Tak mesti takut diguyur hujan.
Tak terlalu sulit menemukan lokasi dusun yang berada di antara Banjar Sakah dan Desa Kemenuh itu. Berjarak sekitar 20 kilometer dari Kota Denpasar dan bisa ditempuh melewati jalur jalan raya Denpasar – Gianyar. Begitu tiba di patung bayi Desa Sakah (pertigaan jalan raya Sukawati-Blahbatuh, Mas), Anda bisa mengambil jalur ke kanan. Setelah melewati jembatan kecil, maka akan bertemu pertigaan yang di depannya terpampang jelas tulisan Dusun Cangi. Melangkah sekitar 300 meter dari jalan utama, Anda akan bisa menemukan Dusun Cangi.
Merunut ke belakang tentang Dusun Cangi, sejatinya termasuk desa tua. “Wilayah yang sekarang menjadi Desa Pakraman Ganggangan Cangi, dulu berupa hutan belantara sekaligus sebagai kawasan pegunungan di ujung utara Sukawati,” Bandesa Pakraman Ganggangan Cangi, Made Ardana menerangkan.
Lelaki paruh baya ini kemudian mengutip isi prasasti Desa Batuan berangka tahun isaka 352, yang menyebutkan bahwa selain Batuan, ada dua desa di wilayah ini yakni Karaman Sakar dan Karaman Canggini. Karaman Sakar lamat-lamat berubah menjadi Sakah dan Canggini menjadi Cangi. Dalam perjalanannya, Karaman Sakar berkembang menjadi Banjar Blahtanah.
Blahtanah menurut Made Ardana berasal dari dua kata, belah berarti bagian dan tanah berarti wilayah. Blahtanah artinya kawasan atau wilayah yang menjadi bagian karaman Sakar (Sakah). Di samping Blahtanah, Cangi, dan Sakah, ada satu banjar lagi yang berada di kawasan Desa Pakraman Ganggangan Cangi, Banjar Dauma.
Prasasti Batuan memang ada menyebut-nyebut nama karaman Cangigini yang menjadi cikal awal Dusun Cangi. Dan, prasasti Batuan tentu bukan bukti tunggal. Berbagai tinggalan kuno yang tersebar di seantero Desa Pakraman Ganggangan Cangi juga dapat mempertegas, bahwa desa yang sebagain besar warganya berkutat di sektor pertanian dan perdagangan ini memang masuk kategori tua. Malah sempat menjadi tempat pertapaan para rohaniwan. Satu di antara peninggalan yang ada di kawasan Cangi berupa benda purbakala yang hingga kini terpelihara rapi di Pura Desa Ganggangan Cangi. Tinggalan purbakala dimaksud berupa Kacogatan Dangupadhyaya Sudar, puluhan patung batu padas, dan sebuah gapura menyerupai candi di beberapa tempat suci yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan agama Budha di Bali, seperti di Pura Gunung Kawi, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Dalam Sejarah Singkat Desa Pakraman Ganggangan Cangi ada menyebutkan bahwa gapura dibangun pada abad XIV, kemudian dilengkapi palinggih menyesuaikan kepercayaan Hindu setelah masuknya Majapahit.

Masih menyangkut peninggalan purbakala di Cangi. Buku Sejarah Pembangunan Pura di Bali karangan Ktut Soebandi,---buku ini diterbitkan CV Kayumas Denpasar tahun 1983, yang salah satunya membahas Pura Cangi---, ada menegaskan, peninggalan di Pura Cangi berupa bekas Kacogatan Dangupadhyaya Sudar. Sedangkan dalam prasasti Desa Serai, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, berangka tahun isaka 915 (tahun 993 Masehi), diperjelas tentang kacogatan yang tiada lain dari rumah tempat berdiam (geriya) bagi para Pandita Budha. Dangupadhyaya gelar para Pandita Budha, dan Sudar adalah nama pendeta yang berdiam atau mondok di satu tempat. Jadi Kacogatan Dangupadhaya Sudar berarti geriya pendeta Budha bernama Sudar.
Bila ditelisik lebih dalam, terutama dari angka tahun pembuatan prasasti Desa Serai, bisa dipastikan prasasti itu dibikin saat pemerintahan Raja Gunapriya Dharmapatni dan Udayana Warmadewa di Bali.
Tentang Raja Gunapriya Dharmapatni dan Udayana Warmadewa, dalam Bhuwana Tatwa Maharsi Markandya ada disebutkan :
Mwahri pajenengan sira Sri Maharaja Sang ratu Udayana Warmadewa, isaka 915, sira sang Bhujangga Dyah Kuting ingadeg aken Senapati Kuturan, tumut umahayu bhuwana kabeh. Sira ta Ratu Sri Gunaprya sakeng Javadwipa pinaka putri de Sri Makuta wangsawardhana. Nguni sira Java ingaran Mahendradatta..........”.
Artinya :
Dan tatkala bertahtanya Sri Maharaja Sang Ratu Sri Gunaprya Dharmapatni bersama suaminya Sri Dharma Udayana Warmadewa, ketika tahun isaka 1915 atau tahun 933 Masehi, sang bujangga Dyah Kuting dinobatkan sebagai Senapati Kuturan, bersama-sama membangun sejahtera Negara. Sang Ratu Sri Gunapriya Dharmapatni berasal dari Jawa yaitu putri dari Sri Makutawangsawardhana. Ketika berada di tanah sang putri bernama Mahendradatta........
Kembali pada isi prasasti Desa Serai, selain menegaskan nama tempat pertapaan bagi Pendeta Budha, juga disebutkan nama rumah (geriya) bagi Pendeta Siwa dan para guru Agama Siwa (Dangacarya) yang dinamakan Kacaiwan.
Selain menyebutkan tentang pemerintahan Ratu Sri Gunapriya Dharmapatni, juga termuat nama-nama senapati yang bertugas di Bali saat itu, meliputi Kuturan Dyah Kuting, Pinatih Dyah Mahogra, Dalembunut Tuha Buncang, Wrasabha Tuha Pradana, Waranasi Tuha Tabu, dan Maniringin Tuha Tabu.
Prasasti Desa Serai juga memuat nama senapati yang bertugas di Bali saat itu dan mencantumkan sebutan para pejabat kerajaan yang berpangkat Samgat (singkatan dari Sang Pamgat), yakni para pejabat yang berwenang memutuskan dalam bidangnya masing-masing. Mereka ini adalah para menteri kerajaan yang memiliki gelar awal Tuha, yang berarti ketua atau yang dimuliakan.
Pejabat dimaksud terdiri dari Tuha Maranjaya Samgat, bertugas sebagai pengamat kehewanan, Tuha Naruh Samgat menangani urusan orang-orang yang tak memiliki anak (bahasa bali-bekung). Berikutnya ada Tuha Tangun Samgat Adhikara yang bertugas mengurus pura, Tuha Guna Samgat sebagai pengamat perbudakan, dan Tuha Ginangca Samgat memiliki fungsi sebagai pengamat pertapaan milik kerajaan.

Kembali ke Dangupadhaya Sudar dengan Kacogatan Canggini di Dusun Cangi yang menjadi geriya bagi Pendeta Budha. Kacogatan yang sesuai Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 5 tahun 1995, menjadi cagar budaya itu, kini tinggal bekas saja. Di sekitar tempat pertapaan telah terbangun tempat suci (pura) dinamakan Pura Desa dan Puseh Cangi. “Di lahan seluas satu hektar ini ada tiga palebaan (bagian) tempat suci,” tunjuk Ardana. Paling timur wilayah Pura Desa dan Puseh Cangi, di sisi utara palinggih arca tempat menyimpan peningglan arca batu padas, dan sisi barat bale agung serta bale pegat.
Pura ini diempon sekitar 600 KK, berasal dari empat banjar, meliputi Banjar Cangi, Sakah, Blahtanah, dan Dauma. Warga inilah yang bertanggungjawab penuh terhadap berbagai kegiatan pembangunan plus upacara yang dilakukan tiap enam bulan sekali, pada Buda Cemeng Langkir. Empat hari setelah hari Kuningan. Di Pura Desa Ganggangan Cangi ada tiga tingkatan upacara. Paling kecil menurut Made Karpu, Pamangku Pura Desa Ganggangan Cangi, pada tingkat pakoleman, enam bulan berikutnya digelar upacara bersaranakan babangkit. Lagi enam bulannya baru dilaksanakan upacara nyatur. ”Saat upacara nyatur, semua Ida Batara yang ada di wawengkon Desa Pakraman Ganggangan Cangi tedun (hadir) ke Pura Desa,” ingat Ardana.
Guna memudahkan penyelenggaraan upacara, pihak desa pakraman membagi warga menjadi dua bagian (tempek), disesuaikan dengan jumlah penduduk. Tempek Baleran (Utara) terdiri atas satu banjar (Banjar Blahtanah) dan Delodan (Selatan) ada tiga banjar (Cangi, Dauma, dan Sakah). Masing-masing tempek mendapat tugas menyelenggarakan upacara secara bergilir, termasuk menanggung biaya upacara dan membuat sarana upakara sampai tuntas. Bagi tempek yang tak mendapat bagian, cukup hadir pada hari upacara. I Wayan Sucipta
di kutip dari : http://www.saradbali.com/edisi94
Selengkapnya.....

Download Aplikasi pengontrol Bandwidth "Networx"

Networx merupakan sebuah Aplikasi yang sangat Simple yang dapat digunakan untuk mengontrol Penggunaan Data dan Kecepatan Koneksi Internet Anda.

Measure your bandwidth use and the speed of all kinds of network connections

NetWorx is a simple, yet powerful, tool that helps you objectively evaluate your bandwidth situation.

You can use it to collect bandwidth usage data and measure the speed of your Internet or any other network connection.

NetWorx can help you identify possible sources of network problems, ensure that you don't exceed the bandwidth limits specified by your ISP, or track down suspicious network activity characteristic of Trojan horses and hacker attacks.

The program allows you to monitor all your network connections or a specific network connection (such as Ethernet or PPP) only.

The software also features a system of highly customizable visual and sound alerts. You can set it up to alert you when the network connection is down or when some suspicious activity, such as unusually heavy data flow, occurs.

It can also automatically disconnect all dialup connections and shut down the system.

The incoming and outgoing traffic is represented on a line chart and logged to a file, so that you can always view statistics about your daily, weekly and monthly bandwidth usage and dialup duration.

The reports can be exported to a variety of formats, such as HTML, MS Word and Excel, for further analysis
.


Jika Anda Ingin mencobanya, silahkan KLIK DISINI untuk menDownloadnya.
Selengkapnya.....

17.12.08

Blue hack

Magic Blue Hack merupakan sebuah aplikasi Hacking untuk Mobile Java yang berguna untuk mengendalikan Handphone orang lain.
Dengan menggunakan Software ini di Handphone anda maka anda akan dapat mengakses Handphone lainnya dengan menggunakan Bluetooth seperti : Menelpon, Kirim SMS, membaca SMS Inbox dan Phonebook Handphone Sasaran tanpa melakukan Notifikasi dari Handphone Sasaran, Namun demikian Anda tetap harus mendapat Notifikasi pada saat Pertama kali mengakses Bluetooth Handphone yang akan anda jadikan Sasaran.
Berminat untuk mencobanya ????
Silahkan Download DISINI

Selengkapnya.....

11.12.08

isi UU PORNO GRAFI yang masih Kontroversial

UU Porno Grafi merupakan salah satu Produk Hukum Indonesia yang syarat dengan Kontroversi di kalangan Rakyat Indonesia, dimana disatu sisi bagi Masyarakat yang merasa Sepaham dengan Isi UU tersebut sangat mendukung dan mendesak Pemerintah untuk mengesahkan RUU Pornografi, di sisi lain Bagi Kalangan Masyarakat yang merasa dilecehkan Adat Istiadatnya dan terkekang kebebasannya dalam Berkarya di bidang Seni melakukan Pemberontakan dengan menyatakan MENOLAK pemberlakuan UU Pornografi.
Walaupun Keberadaannya masih Kontroversi Namun DPR dan Presiden SBY memiliki pandangan tertentu atas UU dimaksud sehingga UU Porno Grafi yang sebelumnya bernama RUU Pornografi dan Porno Aksi tersebut sudah resmi di UNDANG-UNDANGKAN.

Berikut ini adalah petikan dari isi dari UU PORNO GRAFI yang masih Kontroversi tersebut :


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PORNOGRAFI

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
1.Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.
2.Jasa pornografi adalah segala jenis layanan pornografi yang disediakan oleh orang perseorangan atau korporasi melalui pertunjukan langsung, televisi kabel, televisi teresterial, radio, telepon, internet, dan komunikasi elektronik lainnya serta surat kabar, majalah, dan barang cetakan lainnya.
3.Setiap orang adalah orang perseorangan atau korporasi, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum.
4.Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.
5.Pemerintah adalah Pemerintah Pusat yang dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
6.Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Pasal 2

Pengaturan pornografi berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan, kebhinnekaan, kepastian hukum, nondiskriminasi, dan perlindungan terhadap warga negara.

Pasal 3

Pengaturan pornografi bertujuan:
a.mewujudkan dan memelihara tatanan kehidupan masyarakat yang beretika, berkepribadian luhur, menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan;
b.memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap moral dan akhlak masyarakat;
c.memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi warga negara dari pornografi, terutama bagi anak dan perempuan; dan
d.mencegah berkembangnya pornografi dan komersialisasi seks di masyarakat.

BAB II
LARANGAN DAN PEMBATASAN

Pasal 4

(1) Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang memuat:
a.persenggamaan, termasuk persenggamaan yang menyimpang;
b.kekerasan seksual;
c.masturbasi atau onani;
d.ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan; atau
e.alat kelamin.

(2) Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:
a. menyajikan secara eksplisit ketelanjangan atau tampilan yang mengesankan ketelanjangan;
b. menyajikan secara eksplisit alat kelamin;
c. mengeksploitasi atau memamerkan aktivitas seksual; atau
d. menawarkan atau mengiklankan, baik langsung maupun tidak langsung layanan seksual.

Pasal 5

Setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1).

Pasal 6

Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan.

Pasal 7

Setiap orang dilarang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4.

Pasal 8

Setiap orang dilarang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Pasal 9

Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.

Pasal 10

Setiap orang dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.

Pasal 11

Setiap orang dilarang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai objek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 8, Pasal 9, atau Pasal 10.

Pasal 12

Setiap orang dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi.

Pasal 13

(1) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi yang memuat selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) wajib mendasarkan pada peraturan perundang-undangan.

(2) Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan di tempat dan dengan cara khusus.

Pasal 14

Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai:
a.seni dan budaya;
b.adat istiadat; dan
c.ritual tradisional.

Pasal 15

Ketentuan mengenai syarat dan tata cara perizinan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan produk pornografi untuk tujuan dan kepentingan pendidikan dan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan ketentuan Pasal 13 diatur dengan Peraturan Pemerintah.

BAB III
PERLINDUNGAN ANAK

Pasal 16

Setiap orang berkewajiban melindungi anak dari pengaruh pornografi dan mencegah akses anak terhadap informasi pornografi.

Pasal 17

1) Pemerintah, lembaga sosial, lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, keluarga, dan/atau masyarakat berkewajiban memberikan pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental bagi setiap anak yang menjadi korban atau pelaku pornografi.

2) Ketentuan mengenai pembinaan, pendampingan, serta pemulihan sosial, kesehatan fisik dan mental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

BAB IV
PENCEGAHAN

Bagian Kesatu
Peran Pemerintah

Pasal 18

Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melakukan pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 19

Untuk melakukan pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah berwenang:
a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet;
b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi; dan
c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar negeri, dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 20

Untuk melakukan upaya pencegahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18, Pemerintah Daerah berwenang:
a.melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet di wilayahnya;
b.melakukan pengawasan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya;
c.melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam pencegahan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi di wilayahnya; dan
d.mengembangkan sistem komunikasi, informasi, dan edukasi dalam rangka pencegahan pornografi di wilayahnya.

Bagian Kedua
Peran Serta Masyarakat

Pasal 21

Masyarakat dapat berperan serta dalam melakukan pencegahan terhadap pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan pornografi.

Pasal 22

(1) Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dapat dilakukan dengan cara:
a.melaporkan pelanggaran Undang-Undang ini;
b.melakukan gugatan perwakilan ke pengadilan;
c.melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pornografi; dan
d.melakukan pembinaan kepada masyarakat terhadap bahaya dan dampak pornografi.

(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dilaksanakan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pasal 23

Masyarakat yang melaporkan pelanggaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (1) huruf a berhak mendapat perlindungan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

BAB V
PENYIDIKAN, PENUNTUTAN, DAN PEMERIKSAAN DI SIDANG PENGADILAN

Pasal 24

Penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap pelanggaran pornografi dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini.
Pasal 25

Di samping alat bukti sebagaimana diatur dalam Undang-Undang tentang Hukum Acara Pidana, termasuk juga alat bukti dalam perkara tindak pidana meliputi tetapi tidak terbatas pada:
a.barang yang memuat tulisan atau gambar dalam bentuk cetakan atau bukan cetakan, baik elektronik, optik, atau bentuk penyimpanan data lainnya; dan
b.data yang tersimpan dalam jaringan internet dan saluran komunikasi lainnya.

Pasal 26

(1) Untuk kepentingan penyidikan, penyidik berwenang membuka akses, memeriksa, dan membuat salinan data elektronik yang tersimpan dalam fail komputer, jaringan internet, media optik, serta bentuk penyimpanan data elektronik lainnya.

(2) Untuk kepentingan penyidikan, pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik berkewajiban menyerahkan dan/atau membuka data elektronik yang diminta penyidik.

(3) Pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan elektronik setelah menyerahkan dan/atau membuka data elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berhak menerima tanda terima penyerahan atau berita acara pembukaan data elektronik dari penyidik.

Pasal 27

Penyidik membuat berita acara tentang tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dan mengirim turunan berita acara tersebut kepada pemilik data, penyimpan data, atau penyedia jasa layanan komunikasi di tempat data tersebut didapatkan.

Pasal 28

(1) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dilampirkan dalam berkas perkara.

(2) Data elektronik yang ada hubungannya dengan perkara yang sedang diperiksa dapat dimusnahkan atau dihapus.

(3) Penyidik, penuntut umum, dan para pejabat pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib merahasiakan dengan sungguh-sungguh atas kekuatan sumpah jabatan, baik isi maupun informasi data elektronik yang dimusnahkan atau dihapus.

BAB VI
PEMUSNAHAN

Pasal 29

(1) Pemusnahan dilakukan terhadap produk pornografi hasil perampasan.

(2) Pemusnahan produk pornografi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh penuntut umum dengan membuat berita acara yang sekurang-kurangnya memuat:
a.nama media cetak dan/atau media elektronik yang menyebarluaskan pornografi;
b.nama, jenis, dan jumlah barang yang dimusnahkan;
c.hari, tanggal, bulan, dan tahun pemusnahan; dan
d.keterangan mengenai pemilik atau yang menguasai barang yang dimusnahkan.

BAB VII
KETENTUAN PIDANA

Pasal 30

Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar-luaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 31

Setiap orang yang menyediakan jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 32

Setiap orang yang meminjamkan atau mengunduh pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 33

Setiap orang yang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dipidana dengan pidana paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).

Pasal 34

Setiap orang yang mendanai atau memfasilitasi perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp7.500.000.000,00 (tujuh miliar lima ratus juta rupiah).

Pasal 35

Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 36

Setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah).

Pasal 37

Setiap orang yang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Pasal 38

Setiap orang yang melibatkan anak dalam kegiatan dan/atau sebagai obyek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dipidana dengan pidana yang sama dengan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30, Pasal 31, Pasal 32, Pasal 33, Pasal 35, Pasal 36, dan Pasal 37, ditambah 1/3 (sepertiga) dari maksimum ancaman pidananya.

Pasal 39

Setiap orang yang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk atau jasa pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling sedikit Rp250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 40

(1) Dalam hal tindak pidana pornografi dilakukan oleh atau atas nama suatu korporasi, tuntutan dan penjatuhan pidana dapat dilakukan terhadap korporasi dan/atau pengurusnya.

(2) Tindak pidana pornografi dilakukan oleh korporasi apabila tindak pidana tersebut dilakukan oleh orang‑orang, baik berdasarkan hubungan kerja maupun berdasarkan hubungan lain, bertindak dalam lingkungan korporasi tersebut, baik sendiri maupun bersama‑sama.

(3) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap suatu korporasi, korporasi tersebut diwakili oleh pengurus.

(4) Pengurus yang mewakili korporasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diwakili oleh orang lain.

(5) Hakim dapat memerintahkan pengurus korporasi agar pengurus korporasi menghadap sendiri di pengadilan dan dapat pula memerintahkan pengurus korporasi supaya pengurus tersebut dibawa ke sidang pengadilan.

(6) Dalam hal tuntutan pidana dilakukan terhadap korporasi, maka panggilan untuk menghadap dan penyerahan surat panggilan tersebut disampaikan kepada pengurus di tempat tinggal pengurus atau di tempat pengurus berkantor.

(7) Pidana pokok yang dapat dijatuhkan terhadap korporasi hanya pidana denda dengan ketentuan maksimum pidana dikalikan 3 (tiga) dari pidana denda yang ditentukan dalam setiap pasal dalam Bab ini.

Pasal 41

Selain pidana pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (7), korporasi dapat dikenakan pidana tambahan berupa:
a.pembekuan izin usaha;
b.pencabutan izin usaha;
c.perampasan kekayaan hasil tindak pidana; dan/atau
d.pencabutan status badan hukum.

BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 42

Pada saat Undang-Undang ini berlaku, dalam waktu paling lama 1 (satu) bulan setiap orang yang memiliki atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1) harus memusnahkan sendiri atau menyerahkan kepada pihak yang berwajib untuk dimusnahkan.

Pasal 43

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, semua peraturan perundang-undangan yang mengatur atau berkaitan dengan tindak pidana pornografi dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini.

Pasal 44

Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

PENJELASAN:

Pasal 4

Ayat (1)
Huruf a
Yang dimaksud dengan “persenggamaan yang menyimpang” antara lain persenggamaan atau aktivitas seksual lainnya dengan mayat dan binatang, oral seks, anal seks, lesbian, homoseksual.
Huruf b
Yang dimaksud dengan ”kekerasan seksual” antara lain persenggamaan yang didahului dengan tindakan kekerasan (penganiayaan) atau mencabuli dengan paksaan, pemerkosaan.
Huruf d
Yang dimaksud dengan “mengesankan ketelanjangan” adalah penampakan tubuh dengan menunjukkan ketelanjangan yang menggunakan penutup tubuh yang tembus pandang.

Pasal 5

Yang dimaksud dengan “mengunduh” adalah mengalihkan atau mengambil fail (file) dari sistem teknologi informasi dan komunikasi.

Pasal 6

Yang dimaksud dengan “yang diberi kewenangan oleh perundang-undangan” misalnya lembaga yang diberi kewenangan menyensor film, lembaga yang mengawasi penyiaran, lembaga penegak hukum, lembaga pelayanan kesehatan atau terapi kesehatan seksual, dan lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan tersebut termasuk pula perpustakaan, laboratorium, dan sarana pendidikan lainnya.

Kegiatan memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan barang pornografi dalam ketentuan ini hanya dapat digunakan di tempat atau lokasi yang disediakan untuk tujuan lembaga dimaksud.

Pasal 10

Yang dimaksud dengan “mempertontonkan diri” adalah perbuatan yang dilakukan atas inisiatif dirinya atau inisiatif orang lain dengan kemauan dan persetujuan dirinya. Yang dimaksud dengan “pornografi lainnya” antara lain kekerasan seksual, masturbasi atau onani.

Pasal 13

Ayat (1)
Yang dimaksud dengan “pembuatan” termasuk memproduksi, membuat, memperbanyak, atau menggandakan.
Yang dimaksud dengan “penyebarluasan” termasuk menyebarluaskan, menyiarkan, mengunduh, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, meminjamkan, atau menyediakan.
Yang dimaksud dengan “penggunaan” termasuk memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki atau menyimpan.
Frasa “selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1)” dalam ketentuan ini misalnya majalah yang memuat model berpakaian bikini, baju renang, pakaian olahraga pantai, yang digunakan sesuai dengan konteksnya.

Ayat (2)
Yang dimaksud dengan “di tempat dan dengan cara khusus” misalnya penempatan yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak atau pengemasan yang tidak menampilkan atau menggambarkan pornografi.

Pasal 14

Yang dimaksud dengan “materi seksualitas” adalah materi yang tidak mengandung unsur yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau tidak melanggar kesusilaan dalam masyarakat, misalnya patung telanjang yang menggambarkan lingga dan yoni.

Pasal 16

Ketentuan ini dimaksudkan untuk mencegah sedini mungkin pengaruh pornografi terhadap anak dan ketentuan ini menegaskan kembali terkait dengan perlindungan terhadap anak yang ditentukan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak.

Pasal 19

Huruf a
Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi.

Pasal 20

Huruf a
Yang dimaksud dengan “pemblokiran pornografi melalui internet” adalah pemblokiran barang pornografi atau penyediaan jasa pornografi.

DOWNLOAD UU PORNOGRAFI.rtf
Selengkapnya.....

10.12.08

DU Meter 4,01

DU Meter 4,01 sudah menyediakan kompatibilitas pembaruan untuk Windows XP SP3, Windows Vista SP1 dan Windows Server 2008, serta perbaikan untuk berbagai masalah yg ditemukan sejak rilis versi 4.0.
Update ini adalah gratis untuk semua saat ini pengguna DU Meter 4,0.
rilis di versi 4,01 adalah:

* Numerous issues in DU Meter service fixed, resulting in more robust startup and automatic restart of the service if needed.
* Failure to start in DU Meter monitor has been resolved.
* Several issues related to backup and restore functions are corrected.
* Stopwatch overflow on large data transfers corrected.
* Several instances of DU Meter on taskbar - fixed.
* Export of reports was missing last day or hour in some cases - fixed.
* Numerous speed optimizations for lower CPU consumption.
* Interference with DU Meter startup options if running on Vista with DU Meter sidebar enabled is fixed.
* Incorrect resizing of very small or very large DU Meter windows is fixed.
* Modified service dependency for faster startup.
* Dial-Up/VPN connection time on Vista was incorrect - fixed.
* Compatibility updates for Windows Vista SP1 and Windows XP SP3.
* Compatibility updates for Windows Server 2008.


DOWNLOAD DISINI


Selengkapnya.....

9.12.08

18 KOMPLEK PURA YANG ADA DI PURA AGUNG BESAKIH

1. Pura Pesimpangan

Terletak di Desa Kedungdung, di tengah ladang, kurang lebih berjarak 1,5 km dari Pura Penataran Agung. Pura ini hanya terdiri dari sebuah bangunan kecil yang tidak memakai tembok keliling, dengan pintu masuk dari arah Selatan. Fungsinya sebagai tempat persinggahan sementara (pesimpangan) pada waktu Ida Bhatara (manifestasi Tuhan) melelasti (perjalanan mencari air suci) setiap tahunnya ke Toya Sah, Tegal Suca atau ke Klotok. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Selasa, Umanis, wuku Julungwangi.

2. Pura Dalem Puri

Pura ini berjarak 1 km di sebelah Barat Daya dari Pura Penataran Agung (di sebelah kiri jalan yang menuju Pura Penataran Agung) sebagai stana Dewi Uma dan dalam wujud Beliau mengadili dosa dan jasa manusia dengan wujud sebagai Dewi Durgha. Sehingga pura ini banyak dikunjungi oleh umat Hindu di seluruh Bali, khususnya dari daerah Klungkung dan Karangasem untuk memendak (menjemput) Sang Hyang Pitara (leluhur) setelah disucikan telebih dahulu (melalui upacara Ngaben dan Mamukur). Di sebelah Utara pura ini terdapat "Tegal Penangsaran" tempat para roh orang yang meninggal di alam sana yang belum dipendak oleh keluarganya untuk ditempatkan di Sanggahnya masing-masing. Ida Bhatara di Pura ini bersifat sebagai pradana (aspek wanita) sedangkan Bhatara di Penataran Agung bersifat Purusa (aspek laki-laki).
Di luar tembok sebelah Utara jalan keluar terdapat pelinggih Prajapati sebagai sthana dari Sanghyang Prajapati yang menguasai seluruh roh manusia. Menurut lontar Sri Jayakesunu, di Pura Dalem Puri inilah Sri Jayakesunu mendapat enugerah sehingga berumur panjang menjadi raja serta rakyatnya aman dan tentram.

Setiap penanggalan ganjil nemu Kajeng sasih Kapitu (sekitar bulan Januari) diadakan upacara Ngusaba Gede di pura ini. Biasanya upacara ini diselenggarakan oleh masyarakat Desa Besakih. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Rabu, Kliwon, wuku Ugu.

3. Pura Manik Mas

Pura ini terletak di sebelah kiri jalan menuju Pura Penataran Agung dalam jarak 750 m. Bangunan utama dalam pura ini adalah Gedong Simpen sebagai sthana Ida Ratu Mas Melilit. Beliau adalah lambang Bedawang Nala dasarnya bumi, yang merupakan dasar dari Pura Besakih, sehingga pada zaman dahulu orang yang berkuda meewati pura ini harus turun dari kudanya. Fungsi pura ini adalah sebagai tempat persembahyangan pendahuluan, sebelum ke Penataran Agung. Dalam mitologi Mayadenawa, di pura inilah Patih Kalawong menghadang dan melarang orang yang mau bersembahyang ke Pura Besakih. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Sabtu, Kliwon, wuku Wariga atau bertepatan dengan Hari Raya Tumpek Uduh.

4. Pura Bangun Sakti

Pura Bangun Sakti terletak di sebelah kanan jalan menuju Pura Penataran Agung, sebagai sthana dari Sanghyang Anantabhoga. Beliau adalah lambang dari kulit bumi, sumber hidup dan tumbuhnya sandang pangan serta perlengkapan lainnya. "Ananta" artinya tidak habis-habisnya, dan "bhoga" artinya pangan, "upabhoga" artinya sandang serta "paribhoga" artinya perlengkapan. Jadi Pura Bangun Sakti memiliki arti kekuatan hidup.
Menurut pemancangan Manik Angkeran dikatakan bahwa di sinilah abu Manik Angkeran oleh ayah beliau, Empu Sidhimantera dan memohon kepada Sanghyang Naga Basuki sehingga putranya bisa hidup kembali. Diceritakan bahwa Manik Angkeran menginginkan permata yang ada di ekor naga Sanghyang Basuki lalu memotong ekor naga tersebut. Hal ini membuat marah Naga Basuki dan membakar Manik Angkeran menjadi abu. Selain itu pura ini juga memiliki fungsi sebagai tempat untuk memohon keselamatan terhadap tumbuhan dan binatang. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Rabu, Pon, wuku Watugunung, sedangkan upacara Pangangon dan Ngusaba Posya jatuh pada hari Tilem sasih Kaenem (sekitar bulan Desember).

5. Pura Ulun Kulkul

Pura ini letaknya sekitar 350 m di sebelah kiri dari jalan menuju Penataran Agung. Nama "Ulun Kulkul" ada hubungannya dengan adanya Kulkul (kentongan) di pura ini. Bangunan utama dalam pura ini adalah pelinggih Gedong Sari sebagai sthana Dewa Mahadewa. Pelinggih Ulun Kulkul merupakan salah satu dari pelinggih Catur Loka Pala, manifestasi kekuatan Tuhan yang mengusai "Sarwa Mule" yaitu barang-barang berharga seperti emas, perak dan sebagainya. Warna perhiasan di pura ini pada waktu upacara adalah kain serba kuning. Bagi masyarakat Besakih, pura ini berfungsi sebagi tempat melakukan penyumpahan bagi siapa saja yang dituduh melakukan pencurian, perbuatan tidak senonoh dan sebagainya.

Setiap Tilem (bulan mati) sasih Katiga (sekitar bulan September) diadakan upacara Pangurip Gumi di pura ini. Biasanya upacara ini diselenggarakan oleh Kabupaten Gianyar di bawah bimbingan Prawartaka. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Sabtu, Kliwon, wuku Kuningan atau bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Sedangkan upacara Aci Sarin Tahun jatuh pada hari Tilem (bulan mati) sasih Kawolu (sekitar bulan Pebruari).

6. Pura Merajan Selonding

Pura Merajan Selonding terletak di sebelah kiri jalan sekitar 150 m dari Pura Penataran Agung. Kata "Merajan" berarti persembahyangan sehari-hari dari suatu keluarga, mengingatkan kita pada istana Sri Wira Dalem Kesari dengan merajannya. Pada saat itu pura ini dihormati sebagai tempat penyimpanan "Selonding" yaitu sejenis perangkat gamelan gong yang bahannya terbuat dari perunggu. Saat ini jenis gamelan ini hampir punah, hanya tinggal beberapa di daerah Karangasem. Di pura ini juga disimpan salinan prasasti yang telah memakai huruf Bali biasa dengan dasar tembaga dengan angka tahun 929. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Kamis, Kliwon, wuku Warigadian.

7. Pura Gua

Pura ini terletak di sebelah kanan jalan, berhadapan dengan Pura Merajan Selonding. Di pura ini memang terdapat gua yang besar namun banyak bagiannya yang telah runtuh akibat gempa bumi. Menurut kepercayaan masyarakat jaman dahulu, gua ini bisa tembus ke Pura Gua Lawah (gua yang dipenuhi dengan kelelawar. Dalam Babad Mengwi ada disebutkan seorang turunan Raja Mengwi yang bernama Anak Agung Ketut Busakih yang pernah melewati gua ini. Kepercayaan masyarakat setempat menyebutkan bahwa gua ini adalah goanya Sanghyang Naga Basuki. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Rabu, Wage, wuku Kelawu yang sering disebut dengan Buda Cemeng Kelawu.

8. Pura Banua

Pura ini terletak di sebelah kanan jalan di hadapan Pura Basukian, sekitar 50 m dari Penataran Agung. Kata "Banua" dalam bahasa Bali kuno berarti desa tau daratan, dan pura ini adalah tempat untuk mengadakan pertemuan para warga dalam memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan desa dan pura. Pura ini berfungsi sebagai thana Dewi Sri yaitu manifestasi Tuhan sebagai penguasa hasil pertanian. Maka setiap sasih kepitu ( sekitar bulan januari) diadakanlah upacara Ngusaba Ngeed dan Ngusaba Buluh yang bertujuan untuk memohon kemakmuran di sawah dan ladang. Pada zaman dulu di pura ini juga terdapat lumbung, namun sekarang sudah tak ada lagi. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Sabtu, Umanis, wuku Kelawu.

9. Pura Merajan Kanginan

Pura ini terletak di sebelah Timur Pura Banua. Pura ini disebut "Merajan" karena pada zaman dulu tempat ini merupakan tempat tinggal Ida Manik Angkeran yang mengatur dan memelihara Pura Besakih. Di sana juga terdapat pelinggih untuk menghormati Empu Bharadah.

10. Pura Hyang Haluh

Pura in iterletak sekitar 200 m di sebelah Barat Pura Penataran Agung, yang oleh masyarakat setempat sering disebut dengan Pura Janggala. Kata "Janggala" ada hubungannya dengan hutan, dimana pada zaman dahulu daerah ini masih merupakan hutan. satu hal yang menarik, di pura ini terdapat patung-patung kuno yang kemungkinan berasal dari abad XIII atau XIV, berupa arca Garuda dan arca seorang pendeta. Tempat ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk melakukan upacara Pitra Yadnya, karena merupakan Dalem Setra-nya desa Besakih.

11. Pura Basukian

Pura ini terletak di sebelah kanan tangga naik menuju Penataran Agung. Masyarak desa Besakih menyebut pura ini sebagai Pura Desa. Bangunan utamanya terdapat meru tumpang 7 (bangunan suci yang atapnya bertingkat 7). Di halaman pura biasa digunakan oleh masyarakat desa Besakih untuk mengadakan upacara Ngerorasin/Mamukur/Nyepi sebagai rangkaian dari upacara Ngaben. Hal ini merupakan suatu keistimewaan yaitu hanya di sini upacara Mamukur dilakukan di jaba tengah suatu pura. Juga terdapat pelinggih Dadya (klan) Pasek Dangka di jaba tengah (halaman tengah). Di pura ini terdapat 9 buah bangunan suci. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Rabu, Wage, wuku Kelawu.

12. Pura Kiduling Kreteg

Sesuai dengan namanya, Kiduling Kreteg artinya 'di sebelah Selatan Jembatan', maka pura ini adalah sthana Dewa Brahma (manifestasi Tuhan sebagai pencipta alam semesta dan penguasa mata angin arah Selatan). Pura ini terletak sekitar 150 m sebelah Selatan Pura Penataran Agung. Pelinggih Kiduling Kreteg merupakan impunan kekuatan pertiwi (tanah) dimana semua mahluk tercipta dari sari bumi ini. Keseluruhan pelinggih (bangunan suci) di komplek pura ini berjumlah 21 buah. Warna hiasan di pura ini adalah serba merah.

Setiap bulan Purnama sasih Kaenem (sekitar bulan Desember) diadakan upacara Penyaeb Brahma di pura ini. Biasanya upacara ini diselenggarakan oleh Kabupaten Karangasem dibawah bimbingan Prawartaka. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Selasa, Wage, wuku Dungulan atau bertepatan dengan Hari Penampahan Galungan. Sedangkan upacara Aci Panyeheb jatuh pada hari Purnama sasih Kaenem (sekitar bulan Desember).

13. Pura Batu Madeg

Pura ini terletak sekitar 150 m di sebelah Utara Pura Penataran Agung. Pura ini sebagai sthana Dewa Wisnu, manifestasi Tuhan seagai pemelihara alam semesta dan penguasa arah Utara. Warna hiasan di pura ini adalah serba hitam. Pra in sebagai penguasa sari-sarinya air. Peninggalan perbakala yang bisa kita jumpai di pura ini adalah sebuah Lingga batu (seperti silinder berujung bulat) yang terletak di tengah-tengah pura. Pada zaman dahulu, Lingga digunakan untuk memuja Tuhan dalam manifestasi-Nya sebagai penguasa kemakmuran. Seluruh pelinggih di pura ini berjumlah 29 buah.

Setiap Tilem (bulan mati) sasih Kalima (sekitar bulan Nopember) diadakan upacara Penayuhang Bayu di pura ini. Biasanya upacara ini diselenggarakan oleh Kabupaten Bangli dibawah bimbingan Prawartaka. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Senin, Umanis, wuku Tolu. Sedangkan upacara Ngusaba Wargasiram jatuh pada pananggal ke 5 sasih Kalima (sekitar bulan Nopember).

14. Pura Gelap

Pura ini terletak di sebelah Timur Laut ( ke arah Gunung Agung ) sejauh 350 m dari Pura Penataran Agung. Pura ini adalah sthana Dewa Iswara, manifestasi Tuhan sebagai penguasa kesucian dan kependetaan. Warna hiasan di pura ini adalah seba putih dan hanya terdapat 9 buah bangunan suci. Pura ini merupakan salah satu dari Catur Loka Pala, manifestasi Tuhan yang menguasai arah Timur. Pura ini sering digunakan oleh para pendeta untuk melakukan meditasi, tempatnya tenang dan sunyi.

Setiap bulan purnama sasih Karo (sekitar bulan Agustus) diadakan upacara Pangenteg Jagat di pura ini. Biasanya upacara ini diselenggarakan oleh Kabupaten Klungkung. Upacara piodalannya jatuh pada hari Senin, Kliwon, wuku Wariga.

15. Pura Penataran Agung

Komplek pura ini adalah yang terbesar di Besakih dengan 53 buah bangunan suci. Fungsi umum pura ini adalah sebagai sthana Dewa Siwa (Siwa Tiga) sebagai poros dari pura-pura lainnya sebagai penguasa dari Tri Bhuwana (tiga lapisan alam) yaitu alam bawah (bhur loka), alam tengah (bhwah loka), dan alam atas (swah loka). Pura ini sebagai penguasa sari-sarinya kekuatan udara dan akasa.
Komplek ini terdiri atas 7 lapisan yaitu :

Jika kita menaiki tangga yang jumlahnya 51 buah, akan menuju komplek utama Pura Penataran Agung, di sebelah menyebelah tangga terdapat sederatan patung tokoh pewangan. Patung-patung yang ada di sebelah kiri dari cerita Mahabharata, sedangkan yang di sebelah kanan dari cerita Ramayana. . Di depan candi Bentar (pintu gerbang yang terbelah dua) dihiasi patung Dwarapala (penjaga pintu) yang dibuat tahun 1935 oleh seniman dari Sukawati yang dipimpin oleh I Kolok. Di depan candi Bentar terdapat Bale Pegat sebagai tempat untuk memohon tirtha penyucian (pengerapuan) bagi mereka yang akan masuk pura. Bale Pegat menyimbulkan pemutusan hubungan dengan dunia lahiriah akan menginjak dunia kahyangan. Pada dasar bale terdapat tulisan

Bali "Pancawalikrama 1960" dan "Eka Dasa Rudra 1963". Di sudut kiri kanan terdapat bale kulkul (balai kentongan) serta bale Pegambuhan (tempat gamelan gong) dan pertunjukkan waktu upacara Sebelum mencapai Kuri Agung (gerbang utama) ada 2 buah bale Ongkara/Bale Mundar (balai beratap bundar yang bertiang satu) di sisi kanan dan kiri.
Lapisan kedua adalah tempat upacara utama. Terdapat Padma Tiga sebagai sthana Sanghyang Tri Purusa yaitu Dewa Siwa dalam perwujudan beliaua sebagai Parama Siwa, Sada Siwa dan Siwa. Bangunan ini beberapa waktu yang lalu telah direnovasi. Pada dasar Padma Tiga terdapat candrasangkala berangka tahun 1967 M, yaitu waktu pemugaran pelinggih ini. Di belakang terdapat Bale Pesamuhan sebagai sthana pratima dan pralingga waktu upacara Bhatara Turun Kabeh. Di sebelah kiri terdapat Bale Panjang atau Bale Agung yang bertian 24, sebagai stana Dewa Iswara diiringi widyadara dan widyadari yang mengjarkan berbagai keahlian kepada manusia. Bangunan utama lainnya adalah pelinggih Ratu Mas Manik sebagai simbul penguasa dari pengerahan tenaga), pelinggih Ratu Kubakal (pengusa bahan-bahan untuk upacara), pelinggih Ratu Mas Sila Majemuh (manifestasi Tuhan sebagai penguasa cuaca).

Di lapisan ketiga terdapat 16 uah bangunan yang merupakan pelinggih dari tokoh-tokoh yang berjasa dalam agama dan pemerintahan, antara lain Bhatari Gayatri (neneknya Hayam Wuruk), Danghyang Nirartha (leluhurnya para Brahmana Siwa), dan lain-lain.
Di lapisan ke empat terdapat 10 buah bangunan. Bangunan utamanya adalah pelinggih Ratu Sunaring Jagat (sebagai simbul sinar-sinar kekuatan Tuhan). Yang menarik adalah terdpat juga patung Bodisatwa (Budha) yang dikenal dengan pelinggih Ratu Sanghyang Surya Candra atau Siwa Budha. Ada pelinggih Ratu Ulan Alu, sebagai manifestasi Tuhan yang mengusai perdagangan di daratan, pelinggih Ratu Subandar, manistasi Tuhan yang menguasai perdagangan antar pulau.
Di lapisan ke lima terdapat 4 buah bangunan. Ada pelinggih Ratu Sanghyang Wisesa (penguasa dari energi kekuatan-kekuatan spiritual) dan pelinggih Ida Ratu Ayu Magelung. Lapisan ini merupakan simbul kekuasaan Tuhan yang dipancarkan ke dunia.

Di lapisan ke enam terdapat pelinggih Ida Ratu Kiwa dan Ratu Pucak Tengen, atau sering disebut dengan Ratu Bukit Kiwa (kiri) dan Ratu Bukit Tengen (kanan). Kedua pelinggih tersebut merupakan lambang Rwa Bhinedha (dua hal yang berbeda di dunia ini).
Lapisan ke tujuh, atau lapisan teratas yang terakhir, merupakan lapisan yang kosong tanpa ada pelinggih, sebagai simbul keadaan sebelum terciptanya dunia ini.
Jika kita lihat ketujuh lapisan ini menceritakan sejarah terciptanya alam dan dunia. Lapisan ke-7 melambangkan keadaan sebelum terciptanya dunia. Lapisan ke-6 melambangkan penciptaan dua zat yang bersifat lahiriah dan jasmaniah yang bersifat positif dan negatif. Lapisan ke-5 menceritakan keadaan sesudah pertemuan zat negatif dan positif yang menimbulkan energi atau kekuatan. Lapisan ke-4 menceritakan bahwa kekuatan-kekuatan itu telah memancarkan sinar Tuhan yang berbentuk segala jenis pengetahuan yang bersifat niskala (gaib). Lapisan ke-3 menceritakan bahwa sinar Tuhan tersebut telah didukung oleh tokoh-tokoh maharesi, orang-orang ahli dan berjasa yang pernah lahir dan hidup di dunia. Lapisan ke-2 melambangkan tempat bertemunya bhaktinya umat dengan kasih sayang Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan. Hampir semua upacara dilaksanakan di lapisan ini. Lapisan ke-1 merupakan lapisan dimana umat yang akan menghadap Tuhan melakukan penyucian diri dan memutuskan ikatan-ikatan duniawi.

Pada bulan purnama sasih Kedasa (sekitar bulan Maret/April) diselenggarakan upacara Bhatara Turun Kabeh yaitu upacara yang terbesar dimana semua Bhatara di komplek Pura Besakih diupacarai di Penataran Agung. Seluruh umat Hindu berduyun-duyun ke sana untuk menunjukkan bhaktinya pada Tuhan, yang biasanya berlangsung (nyejer) sampai beberapa hari. Setiap 10 tahun sekali diadakan upacara Panca Wali Krama, dansetiap 100 tahun sekali diadakan upacara Ekadasa Ludra.

16. Pura Pengubengan

Pura ini terletak di kaki Gunung Agung, sekitar 1500 m dari Pura Penataran Agung. Fungsinya sebagai tempat untuk "ngayat/ngubeng" yaitu suatu upacara untuk mempermaklumkan kepada Tuhan bahwa di Pura Penataran Agung akandiadakan upacara. Di sini terdapat 6 buah pelinggih. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Rabu, Wage, wuku Kelawu.

17. Pura Tirtha

Pura ini terletak sekitar 250 m sebelah Timur Laut dari Pura Pengubengan, di tepi sebuah sungai kecil. Terdapat pelinggih Ida Bhatara Tirtha. Jika terdapat upacara di Pura Besakih maka di pura inilah umat memohon tirtha (air suci). Upacara piodalannya jatuh pada Hari Rabu, Wage, wuku Kelawu.

18. Pura Peninjoan

Pura ini berjarak sekitar 1 km di sebelah kanan Pura Penataran Agung. Dari pura ini seluruh komplek pura besakih dapat terlihat dengan jelas. Di pura ini terdapat 12 buah pelinggih. Dari tempat inilah Mpu Kuturan sebagai arsitek pura ini melakukan peninjauan untuk perluasan Pura Besakih. Upacara piodalannya jatuh pada Hari Kamis, Wage, wuku Tolu.

Secara keseluruhan, upacara piodalan yang berlangsung berdasarkan sistem Pawukon (datangnya setiap 210 hari sekali) terdapat pada 23 pelinggih, atau dalam setahun terdapat 46 kali upacara piodalan, tapi biasanya tidak terlalu besar. Sedangkan upacara yang berdasarkan pada perhitungan sasih/bulan (datangnya setiap setahun sekali) ada sejumlah 15 kali. Jadi secara keseluruhan terdapat 61 kali upacara, diantaranya terdapat 6 upacara yang besar.

Selengkapnya.....

7.12.08

Download SmadAV 3.7

Smadav 3.7 merupakan Anti virus buatan Anak Negeri yang sudah mampu membersihkan SEMUA jenis VIRUS LOKAL dengan kecepatan SCANNING yang SUPER-CEPAT dan AKURAT. Tapi memang tidak ada Antivirus yang dapat mendeteksi 100% virus....
Maka dari itu sangat disarankan untuk selalu meng-update Smadav pada Versi-versi Berikutnya.
DOWNLOAD SmadAV 3.7



Selengkapnya.....

OPTIMALKAN KONEKSI INTERNET ANDA

Gunakan software TCP/IP Optimizer .
Setelah anda menginstalnya, lalu jalankan dan pilih setting kecepatan koneksi internet misalnya modem atau broadband dalam jumlah KBPS, lalu Click network adaptor dan pilih interface koneksi, kemudian optimalkan secara otomatis untuk setting TCPoptimizer. Jangan lupa restart computer anda.
DOWNLOAD software TCP/IP Optimizer.

*** Selamat mencoba ***



Selengkapnya.....

5.12.08

Sony Ericsson Themes Creator 3.32

Anda dapat membuat tampilan Handphone Anda sama sekali berbeda dengan Sony Ericsson Themes Creator 3.32.

"Themes Creator" ini mendukung semua Model Handphone Sony Ericsson (kecuali P900).

Sony Ericsson Themes Creator 3.32 adalah satu perangkat lunak untuk membuat Thema HP Sony Ericcson sesuai selera Anda.

Dengan sedikit kreatifitas Anda dapat membuat tampilan telpon Anda sama sekali berbeda dari Sebelumnya sehingga Anda dapat mengganti hampir segalanya yang muncul pada layar (kecuali tampilan Font dan beberapa ikon).
Hal lainnya : Anda juga belum bisa untuk menyingkirkan logo operator.

Requirements:

· Mobile Phone Monitor is necessary for this program.
· 10 MB hard disk
· 128 MB system RAM
· 300 MHz CPU

Tertarik ??
Silahkan Download DISINI
Selengkapnya.....

Download nova PDF Server Lite 6.0 ( Pembuat File berformat PDF )

NovaPDF Server Lite 6.0 Build 281 adalah sebuah Software yang dapat digunakan untuk membuat File Berformat PDF dengan Kwalitas yang sangat Tinggi.
novaPDF Server Lite diinstal sebagai sebuah printer driver yang akan membantu Anda untuk mencetak File anda ke format PDF.
Dengan Aplikasi ini Anda dapat meng-convert dokumen Word, PowerPoint, Excel,AutoCad drawing, Dsb-nya menjadi sebuah File PDF.
PDF printer driver ini Kompatibel dengan Windows 2000/XP/2003 Server yang hanya membutuhkan 4MB free disk space untuk Instalasi dan tidak menggunakan tools pihak ketiga seperti Adobe Acrobat or GhostScript.

Jika Anda Ingin mencobanya silahkan KLIK DISINI untuk menDownloadnya.



Selengkapnya.....

4.12.08

Download K-Lite Codec Pack Full 4.3.4 / 1.50

K-Lite Codec Pack Full 4.3.4 / 1.50 ini hampir 100% dapat memainkan Semua Format Film / movie yang ada PC anda sehingga untuk memainkan berbagai jenis Format Movie yang ada, anda cukup menginstal satu Program saja.
K-Lite Codec Pack Full 4.3.4 / 1.50 merupakan Penyempurnaan dari K-Lite Codec Pack versi sebelumnya, dan K-Lite Codec Pack ini di designe untuk dapat digunakan secara user-friendly dalam memainkan Segala jenis File Film yang ada di Komputer.

K-Lite Codec Pack sudah Kompatible dengan :
* Media Player Classic
* DivX Pro [Decoding]
* DivX Pro [Encoding]
* XviD [Decoding]
* XviD [Encoding]
* 3ivX Pro [Decoding]
* 3ivX Pro [Encoding]
* Windows Media 9 VCM
* Windows Media
* On2 VP3
* On2 VP6 [Decoding]
* On2 VP6 [Encoding]
* Ligos Indeo XP
* Intel Indeo
* Intel Indeo
* Intel I.263
* huffyuv
* MS MPEG-4
* DivX MPEG-4 Low and Fast motion
* Cyberlink DVD decoder
* Elecard MPEG-2 demuxer
* MainConcept MPEG-2 demuxer
* Ligos MPEG-2 decoder
* Cyberlink MPEG-2 decoder
* MainConcept MPEG-2 decoder
* Fraunhofer MP3 DirectShow decoder
* WMA DirectShow decoder
* AC3 DirectShow decoder
* AC3 ACM decoder
* Ogg Vorbis DirectShow decoder (CoreVorbis)
* AAC DirectShow decoder (CoreAAC)
* 3ivX Pro [Decoding]
* 3ivX Pro [Decoding]
* Nero Digital MPEG-1/2 decoder
* MusePack DirectShow decoder
* Voxware DirectShow decoder
* Monkey's Audio DirectShow decoder
* DivX Audio
* LAME MP3 Encoder

* Ogg DirectShow splitter and Vorbis DLLs
* Matroska DirectShow splitter
* Matroska DirectShow muxer
* DirectVobSub (vsfilter)
* Matrix Mixer
* SHOUTcast Source
* Morgan Multimedia Stream Switcher
* DivX Anti-Freeze

* GSpot Codec Information Appliance
* FourCC Changer
* Bitrate Calculator

Apa yang terbaru pada Rilis ini :

· Updated Media Player Classic ke versi 6.4.9.1 rev. 86
· Updated Media Player Classic Homecinema ke versi 1.1.904
· Updated ffdshow ke revisi 2364
· Updated FLV splitter. sekarang juga dapat bekerja pada file yang
mengalami kerusakan metadata.
· Updated x264VFW ke revisi 1032
· Updated GraphStudio ke versi 0.3.0.0
· perubahan Minor.

DOWNLOAD K-Lite Codec Pack Full 4.3.4 / 1.50

Selengkapnya.....

2.12.08

Download Opera 9.62

Opera merupakan salah satu Browser Internet Gratisan yang cukup dikenal oleh masyarakat pecandu Dunia Maya, dimana Browser ini sudah mempunyai Kecepatan yang cukup Mumpuni jika dibandingkan dengan Browser lainnya, disamping itu Opera juga mempunyai kelebihan tersendiri dibanding dengan Browser lainnya yaitu berupa Fitur "Mail" yang telah ditanamkan pada Opera sejak versi 9.50 dan fitur ini sangat memudahkan Kita dalam memonitor adanya Email baru yang masuk ke alamat Email kita karena Browser ini akan memberitahukan kita jika kita menerima Email baru selama kita Browsing Internet, Kita tinggal meng-Klik Tab Mail maka Kita akan dapat langsung memanage Email kita yang tentunya harus di setting dulu sebelumnya dengan menggunakan Sistem Pop-mail sebagaimana Setting Popmail pada Ms.Outlook.
Untuk saat ini Versi terbaru dari Opera ini adalah Opera 9.62 yang versi Internasionalnya telah dilengkapi dengan Bahasa Indonesia sehingga sangat membantu Kita dalam mengoperasikannya.

Okey, untuk anda yang ingin mencoba Browser Gratisan yang satu ini silahkan Download DISINI


Semoga bermanfaat..

Selengkapnya.....

Gaji Polisi Naik Jadi Rp7 Juta sampai Rp 47 Juta

JAKARTA - Tak akan ada lagi alasan bagi anggota polisi mengabaikan tanggung jawab dengan alasan minimnya pendapatan. Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq Efendi, Mabes Polri mematangkan sistem perhitungan perbaikan struktur gaji atau renumerasi bagi anggotanya. Ditargetkan penghitungan renumerasi berbasis prestasi dan kinerja itu selesai pada triwulan ketiga 2009.

"Harapannya, jika semua lancar dan disetujui Menkeu, pada Januari 2010 sudah bisa cair," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Jakarta, Sabtu (25/10). Renumerasi itu besarnya bervariasi mulai Rp7 juta hingga yang tertinggi mencapai Rp47 juta. Renumerasi diharapkan bisa menjadi benteng integritas. "Ini sesuai niat kita untuk melakukan akselerasi kinerja Polri," katanya.

Penghasilan anggota Polri saat ini terdiri atas gaji pokok yang naik setiap dua tahun, tunjangan jabatan, tunjangan beras, uang lauk pauk, dan tunjangan Polwan. Berdasar PP Nomor 13 Tahun 2008, seorang pati mendapatkan gaji antara Rp1,8-3 juta. Sedangkan tamtama Rp900 ribu hingga Rp 1,5 juta. Dengan perhitungan ini gaji minimum seorang pati bisa disalip oleh gaji maksimum tamtama.

Untuk tunjangan jabatan struktural sesuai Perpres 28 tahun 2007, eselon I A mendapat Rp5,5 juta sedangkan yang IV B hanya Rp 490 ribu. Ini ditambah uang lauk pauk Rp 35 ribu per hari dan tunjangan beras 28 Kg untuk suami istri dan anak 10 Kg. Tunjangan keluarga 10 persen dari gaji pokok dan anak 2 persen dari gaji pokok. Seorang Kapolri, dengan perhitungan ini hanya digaji sekitar Rp9,5 juta.

Berdasar data Juni lalu, anggota Polri yang tercatat sekitar 374 ribu personel. Mereka terdiri atas 214 pati (Brigjen-Jenderal), 8887 pamen (Kompol-Kombespol), 25229 perwira pertama (Ipda-AKP), 338799 bintara (bripda-Aiptu), dan 1397 tamtama (bharada-Abrip).

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara Gatot Sugiharto mengemukakan, pemberlakuan sistem remunerasi di tingkat kepolisian merupakan bagian dari kebijakan reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintah.

''Tidak bisa sembarangan. Setiap unit harus membuat SOP (standard operating procedure) terhadap kegiatan-kegiatannya dan dinilai. Itu semua ada dalam pedoman umum reformasi birokrasi yang dibuat pemerintah,'' ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/10).

Untuk tahap awal, kata dia, kebijakan remunerasi diberlakukan pada pihak-pihak yang mengumpulkan uang, yakni Departemen Keuangan, Ditjen Pajak, dan Ditjen Bea Cukai. Kemudian, mereka yang membuat hukum dan menjalankan peraturan, yakni BPK dan Mahkamah Agung.

Untuk ketiga instansi itu, kebijakan tersebut sudah diberlakukan pada pertengahan tahun ini. Meski menuai protes dari kalangan DPR, pemerintah berhasil meyakinkan bahwa kebijakan itu penting dilakukan sebagai bagian untuk memperbaiki birokrasi.

Diharapkan, dengan sistem remunerasi tersebut, performa pelayanan birokrasi yang dilakukan bisa meningkat dan berkembang secara profesional. Tidak ada lagi alasan PNS mencari sampingan atau objekan karena penghasilan yang terlalu rendah.

''Contohnya di BPK yang sudah diberlakukan. Itu sangat baik. Mulai absensi dan segalanya terekam dengan baik. Kalau mereka melanggar, sanksinya juga berat,'' tegas Gatot.

Rencananya, tahap selanjutnya adalah beberapa lembaga seperti Sekretariat Negara, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, dan aparat TNI-Polri. Mengenai hal itu, Gatot enggan mengomentari lebih jauh.

''Setahu saya, keputusan tersebut berada di tangan Tim Reformasi Birokrasi tingkat nasional yang beranggota Departemen Keuangan, BPK, Bappenas, serta lembaga terkait lainnya,'' ungkapnya.

Hingga kini, departemen dan instansi pemerintah yang telah menjalankan reformasi birokrasi adalah Departemen Keuangan, Mahkamah Agung, KPK, Kementerian Negara PAN, dan BPK.

Men PAN Taufiq Effendi pernah menyatakan bahwa hingga kini terdapat sembilan instansi yang menyatakan siap melakukan reformasi birokrasi. Di antaranya, Lembaga Administrasi Negara, Badan Kepegawaian Negara, Sekretariat Negara, Kepolisian, Sekretariat Kabinet, dan Kejaksaan Agung. Dia tidak menyebutkan sisa tiga instansi lain yang akan menjalani reformasi birokrasi.

Sri Mulyani yang juga menteri keuangan menuturkan, pelaksanaan reformasi birokrasi tidak harus dimulai dengan memperbaiki remunerasi di setiap instansi pemerintah. Namun, reformasi birokrasi juga memerlukan prosedur dan proses penganggaran setiap kegiatan yang akan dilakukan.

Sumber : www.radartimika.com

Selengkapnya.....

29.11.08

DOWNLOAD ANTIVIRUS

Perkembangan IT di Indonesia belakangan ini menunjukan suatu kemajuan yang cukup pesat, dimana hal ini membuat setiap orang khususnya dari Insan Pendidikan dan Profesional mau tidak mau harus mengikuti perkembangan di bidang IT tersebut dengan harapan mereka dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi sehingga mereka tidak disebut Gaptek ( Gagap Tekhnologi ).

PC dan Note Book atau Laptop yang dulu masuk dalam katagori Barang mewah saat ini sudah menjadi barang Umum, sehingga Rata-rata Anak Usia sekolah saat ini sedikit tidaknya sudah menguasai Komputer dan sudah dapat mengakses Internet, disamping itu dengan adanya Perubahan penggunaan Media Penyimpanan dari Flopy ke Flash disk juga sangat berdampak terhadap perilaku belajar anak-anak sekolah yang saat ini sudah mengarah kepada Era Digitalisasi.

Dibalik itu semua khsususnya di Era Digitalisasi yang tidak bisa terlepas dari Perangkat Komputer sudah mengintai suatu Program / Kode-kode Perusak Sistem Komputer yang kita Kenal dengan sebutan Virus Komputer.
Disebut Virus karena Program Perusak system ini dapat menyebar dari satu Komputer ke Komputer lainnya melalui suatu Media, baik itu berupa Disket Floppy, CD data, Flashdisk maupun Jaringan dan Internet.
Nah untuk memperbaiki Sistem yang telah terjangkit Virus ini maka diperlukan Suatu Program ANTI VIRUS guna mengembalikan Sistem yang telah dirusak oleh Virus serta ANTI VIRUS ini juga akan membersihkan File-file kita dari Infeksi Virus, namun demikian diantara Pembuat Virus dan Pembuat Anti Virus akan selalu bersaing untuk mencari Kelemahan masing-masing pihak sehingga Kita Sebagai User harus selalu meng-update Antivirus yang kita Gunakan untuk menangkal terjadinya Serangan Virus pada Komputer kita.

OK, To The Point dibawah ini saya telah me-link beberapa Anti virus yag dapat didownload secara Gratis dan demi amannya Komputer anda dari Virus maka saya sangat menyarankan Anda untuk selalu meng-update Anti Virus ini.

Silahkan Download :

PCMAV v1.9Build-3
Ansav +EA 2 Beta / 1.9.3 (AV Lokal )
RemoveIT Pro 4 SE
AVG Free Edition 8.0 Build 176a1399
Avast! Home Edition 4.8.1296 MIROR
Avira AntiVir Personal 8.2.0.337
Norman Malware Cleaner
RegRun Reanimator 5.8.5.956
RootAlyzer 0.2.1.35
Security Releases ISO Image November 2008
Selamat mencoba
Selengkapnya.....

Anti Virus Lokal yang cukup Ampuh Membasmi Virus pada Windows ( GAV - v3.30 )

Gucup Anti Virus ( GAV ) v3.30 ini merupakan sebuah Antivirus Portable buatan Anak Negeri yang memiliki ukuran cukup kecil kurang lebih sekitar 456kb, dengan 664 antivirus dan malware signatures. Ketika saya mencoba menggunakan GAV ini saya cukupterpana dibuatnya, dimana saat itu Kompi saya sudah menggunakan AVG yang selalu ter-update setiap hari tidak dapat mendeteksi Virus yang menjangkiti Sistem Operasi (Windows XP SP-3)di Kompi saya, namun oleh GAV Virus yang tidak terdetek oleh AVG tersebut akhirnya dapat di Cleaned sehingga Windows saya kembali dapat berjalan dengan Normal, disamping itu GAV juga memiliki Fitur-fitur lain yg sangat membantu kita dalam mengatasi masalah Virus.
Namun ada satu persyaratan yang dilakukan jika anda ingin menjalankan GAV ini di windows anda yaitu : pada Kompi anda sudah terinstal Microsoft .NET Framework runtime minimal v1.1 dan lebih direkomendasikan Microsoft .NET Framework runtime v3.0.

Untuk mendownload Gucup AV v3.30 : Klik DISINI

Download Microsoft .NET Framework runtime v2.0 Klik DISINI
Download NET Framework 2.0 Sp-1_86 Klik Disini







Selamat mencoba

Selengkapnya.....

9.11.08

BABAD KAYU SELEM

Babad Pasek Kayuselem ini merupakan turunan Saudara Wayan Pasek yang sumbernya dipetik dari koleksi Gedong Kirthya di Singaraja dan pada kesempatan ini, ingin pula disampaikan bahwa untuk mengetahui isi suatu babad kita harus lebih berhati hati apabila kita ingin menarik suatu kesimpulan yang termuat di dalamnya Kita harus menyadari karena pada umumnya ceritera yang disampaikan di dalam babad banyak diselingi Ceritera ceritera lain yang kadang kadang membingungkan si pembaca, Uraiannya putus putus tidak berurut dan tidak jarang pula ceritera yang disisipkan agak menyimpang dengan judul babadnya. Oleh karena mengingat hal tersebut, pada bagian ini terketuk pula hati Penulis untuk menyampaikan isi pokok babad Pasek Kayuselem secara lebih sistimatis dengan harapan Semogä apa yang dapat penulis simpulkan kiranya lebih mempermudah dan dapat dijadikan pegangan apabila kita ingin menuturkannya kepada Masyarakat lainnya.

Sebagaimana halnya dengan babad babad lainnya pada bagian pembukaan babad ini diuraikan permohonan maaf sipenulis agar para leluhur, kawitan serta Ida Sanghyang Widhi Waça berkenan memaafkan serta nengampuni sipenulis atas keberaniannya menuturkan kembali Hyang Kawitan kepada masyarakat. Selanjutnya dijelaskan paduka Bhatara Hyang Pasupati amat prihatin melihat pulau Bali yang selalu saling terantuk dengan Selaparang (Lombok).Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut Bhatara Hyang Paçupati dengan segala kekuatannya membongkar sebahagian gunung Mahameru di Jambudwipa untuk dipindahkan ke pulau Bali dan Selaparang sebagai penindih agar kedua pulau ini tidak mudah dihanyutkan serta terantuk oleh gelombang. Perpindahan gunung ini menyebabkan di Bali kita mengenal gunung Lokapala yaitu gunung Lempuyang , gunung Andakaça, gunung Watukau, gunung Beratan, gunung Mangu dan gunung Tulukbiyu. Setelah nusa Bali tenang dan tidak diombang ambingkan oleh gelombang, Bhatara Jagat Karana mengutuskan Bhatara Hyang Tiga yaitu, Bhatara Mahadewa, Bhatari Danuh serta Bhatara Ghnijaya turun ke Bali sebab pada saat itu pulau Bali .amat sunyi keadaannya. Berkat kesaktian beliau akhirnya Bhatara Hyang Tiga tiba dengan selamat dinusa Bali. Bhatari Danuh ditugaskan, bersemayam (aparhyangan) di Ulun Danu,.Bhatara Hyang Ghnijaya bersemayam di gunung Lempuyang sedangkan Bhatara Putrajaya bersemayam di Besakih.

Dijelaskan rula pada waktu Bhatara Putrajaya türun ke Bali beliau diiringi oleh Bhatarà lainnya antara lain Bhatarà Tumuwuh yang selanjutnya bersemayam di gunung Watukaru, Bhatara Manik Kumayang yang bersemayam di gunung Beratan, Bhatara Hyang Manik Galang bersemayam di Pejeng $erta Bhatara Tugu bersemayam di gunung Andakaça
Bhatara Hyang Ghnijaya dan Bhatara Hyang Mahadewa tidak henti-hentinya melakukan yoga semadi demi ketentraman serta kesejahteraan pulau Bali. Berkat ke mahiran beliau beryoga dari semadi Bhatará Hyang Ghni jaya lahirlah anak laki—laki yang cakap dan sempurna yang pada waktu lahirnya’ semuanya beralaskan daun pisang kaikik. Adapun putra—putra beliau adalah Sang Brahmandá Pandita, Mpu Mahameru, Mpu Gana,Mpu Kuturan, dan Mpu Pradhah. Kemudian atas kehendak beliau mereka berlima diperintahkan ke Jambudwipa untuk memperdalam kesidhi ajnanan mereka masing—masing Ketika yoga mereka teláh masak Sang Brahmanda Pandita menikah dengan Bhatani Manik Gni, Putri Bhatara Hyang Mahadewa di Tolangkir dan berganti nama menjadi Mpu Ghnijaya.
Dan pernikahan beliau menurunkan Mpu Ktek, Mpu Kananda, Mpu Wirajnana, Mpu Withadharma, Mpu Ragarunting, Mpu Preteka, Mpu Dangka yang kemudian dikenal dengap Pasek Sanak Pitu. Setelah beberapa lamanya dengan diiringi kedua adiknya yaitu Mpu Gana dan Mpu Kuturan. beliau menaiki daun kapu—kapu yang berlayarkan daun tehep kembali ke nusa Bali. Setibanya di Bali (di Silayukti) beliau langsung ke Besakih menghadap Bhetara Putra Jaya serta Ayahandanya Bhetara Ghnijaya di Gunung Lempuyang, serta Selanjutnya Mereka silih berganti ke Jawa dan ke Bali.

Pada waktu itu diceritakan pula Pulau Bali amat tenangnya, namun para Bhetara yang bersemayam di Bali masih merasakan adanya kekurangan sebab walaupun telah banyak dibangun tempat-tempat suci ( Khayangan ), Bali masih amat lengang karena tidak ada manusia hidup di Bali yang menyungsung dan menghormati para Bhetara. Itulah sebabnya Bhetara Ghnijaya dan Bhetara Catur Purusha sepakat menghadap Bhetara Hyang Pasupati ke Jambu Dwipa untuk mengutarakan maksudnya. Oleh Bhetara Hyang Pasupati maksud diatas dipenuhi dan untuk ini Beliau disarankan menunggu di Besakih saja. Bhetara Hyang Pasupati ( Pramesti Guru ) dengan diiringi oleh para Dewata semua, Rsi Gana, Dewa Sanga serta seluruh yang ada di Sorga beramai-ramai turun ke Bali. Dalam perjalanan Beliau Bhatara Parameswara ( pasupati ) mengendarai Padma Manik Anglayang diapit Payung serta umbul-umbul. Sedangkan para Dewata lainnya mengndarai Wahana mereka masing-masing. Bergema suara gentanya serta bergemuruh suara diangkasa diiringi Keplug dan sebagainya. Setibanya di Tolangkir beliau dsambut oleh Bhetara Putra Jaya, Betara Ghnijaya serta Bhetara Catur Purusha sesuai dengan Penyambutan dan penghormatan yang berlaku lalu langsung menuju Tampurhyang. Kemudian Bhetara Pramestiguru bersabda : : “anakku Deata Semua sekarang siapkanlah segala keperluan agar segera tercipta Manusia yang kalian kehendaki, Kamu Hyang Iswara hendaknya menyusup di Otot, Hyang Mahadewa di Sumsum, Hyang Wisnu di Daging dan kamu Sangkara serta Rudra pada Pabwahan ( Ginjal )”.

Ketika semua telah siap menghadap Perasapan (Kundagni), tiba tiba datanglah Bhetara Yamadipati berwujud seekor anjing hitam hendak menghalangi maksud Bhetara Pramesti guru yang dengan angkuhnya Anjing Jelamaan Bhetara Yamadipati berkata : “Hai Paduka Bhetara Pramesti Guru sekarang Paduka hendak menciptakan manusia dari tanah, Mustahil maksud tersebut akan terlaksana, Andaikata benar tercipta manusia, hamba sanggup makan kotorannya, Mendengar ucapan ini dengan murkanya lalu Bhatara Pramesti Guru menjawab : “Hai Yamadipati yang angkuh apa katamu ? Besar amat kesanggupanmu terhadapku, Yah andaikata maksudku tidak terlaksana, aku bukanlah dewa dan seluruh dewa—dewa, Patutlah diriku ditenggelamkan ke dalam kotoran”. Bhatara Pramesti Guru kemudian beryoga.. Api perasapan berkobar, asapnya keluar lalu terwujudlah muka manusia, Tetapi tiba—tiba penjelmaan manusia itu patah, diiringi dengan suara gonggongan sang anjing .... kong kong kong karena kegirangan. Bhatara mengulangi yoganya, Untuk kedua kalinya manusia ciptaan beliau patah, Sang anjing amat bergembiranya serta menggong—gong suaranya kong kong kong, Bhatara tidak putus asa dan mengulangi yoganya, Untuk ketiga kalinya Bhatara Pramesti Guru gagal menciptakan manusia, disertai gonggongan sang anjing king... King... Sampai lima kali Bhatara beryoga selalu mengalami kegagalan, Akhirnya beliau merasa berang dikalahkan dan diejek o1eh anjing. Dengan segala kesaktiannya beliau menyatukan tiga dunia (Triloka). Api perasapan kembali berkobar, dunia bergoncang, keluarlah amerta disertai terjelmanya manusia ciptaannya. Ketika itu tercenganglah sang anjing terkejut menyaksikan manu sia ciptaan Bhatara. Bhatara Hyang Pramesti Guru : “Sekarang kalahlah kamu, hai anjing. Ingat mulai sekarang anjing harus memakan kotoran manusia”. Amatlah malunya Bhatara Yamadipati mendengar kutukan tersebut dan tanpa memberikan jawaban, menangis serta menyesal atas perbuatannya lalu pergi ke Yamadiloka. Di Yamadiloka ia mengumpulkan seluruh cikrabala terutama si Bhuta Kalika serta pàra Kingkara bala Lainnya dan berkata :“Hai para balaku semua aku perintahkan kamu agar turun ke madyaloka untuk menggantikan diriku memakan kotoran manusia mulai sekarang sampai seterusnya sebab aku kalah hertaruh dengan Bhatara Acintya, Itulah sebabnya aku memerintahkan kepadamu menggantikan diriku menjadi anjing di madyaloka”. Tetapi petuahku kepadamu, kelak apabila sudah saatnya manusia itu mati, disanalah kita bersama-sama menyiksa roh manusia yang berlaksana tidak pantas selama hidupnya di madyaloka. Itulah asal mula nya mengapa anjing memakan kotoran manusia.
Selama Bhatara Hyang Pramesti Guru di Tampurhyang beliau juga menciptakan manusia dari serabut ( toktokan) kelapa gading sehingga terjelma dua orang manusia laki perempuan yaitu Ki Ketok Pita dan I Jenar. Oleb karena keduanya buncing ,mereka dikawinkan dan menurunkan keturunannya.

Tidak hanya sampai di sini saja,Bhatara Pramesti Guru dengan yoga semadinya berusaha menciptakan manusia lainnya. Dan payogan beliau ini lahirlah dua orang manusia 1aki perempuan pula yaitu Ki Abang dan I Barak. Keduanya bersuami istri dan pindah, menetap di tepi danau yang sekarang disebut desa Abang. Ciptaan manusia yang berasal dari sumber yang berbeda beda ini melahirkan keturunannya dan menambah banyaknya manusia di Bali, namun biji mata mereka semuanya hitam tanpa ada putihnya. Mengingat makin banyaknya manusia diBali tetapi masih awam dan tidak dapat melakukan pekerjaan se patutnya, Bhatara Hyang Pramesti Guru mengutus para dewä lainnya untuk mengajarkan manusia membuat alat alat dan bercocok tanam. Hutan di Tampurhyang dibakar dan ditebang dijadikan ladang agar dapat ditanami oleh manusia. Bhatara Indra diutus mengajarkan manusia mesesanggingan (ukir mengukir). Bhagawan Wismakarma mengajar ngundaginin (membuat bangunan) dan sebagainya.

Hubungan para Bhatara dengan manusia sangat eratnya. Mereka dapat bercakap dan saling melihat Sebagaimana kita melihat teman lainnya. Namun hubungan ini tidaklah terlaksana abadi sebab suatu godaan tiba tiba muncul saat itu. Diceriterakan bahwa sebagaimana biasanya para Bhatara sering berjalan jalan di Tampurhyang melihat dan mengawasi orang—orang desa dalam melaksanakan kewajibannya. Tidak jarang pula mereka be cakap—cakap dengan intimnya membicarakan situasi disekitarnya. Pada suatu senja Bhatara berkehendak pulaberjalan—jalan melihat tanam—tanaman yang dikerjakan manusia. Ditengah jalan beiiau bertemu dengan manusia. Manusia itu menyapa dengan hormatnya sambil buang air dan menanyakan hendak kemana paduka Bhatara di sore hari. Kebetulan pada waktu itu si Balwan (Bunglon ) melihat peristiwa ini. Dengan marah dan angkuhnya si Balwan berkata : “Hai kamu manusia, sungguh kamu tidak senonoh, amat durhakamu, Benar—benar kamu tidak mengenal budi pekerti, Dimana kamu menemukan aturan yang menjelaskan bahwa kamu boleh menyapa Bhatara sambil buang air ? Pantaslah kamu manusia herasal dari tanah dikepal kepal”, Manusia itupun menjawab : “Ih kamu Balwan apa katamu ? mengungkap_ ungkap asal usulku, benar—benar kamu tidak tahu adat (nirgama), berpura—pura akhli dan taat kepada tata susila, Pantaslah asal usulmu kumatap—kumitip yang diselimuti oleh kotoran, Dasar kamu ini, berpura—ura alim, mengapa kamu keberatan sedangkan Bhatara sendiri tidak merasa tersinggung”. Si Balwanpun menjawab : “Hai kamu manusia yang dungu, moga—moga kamu menjadi hina dina, Semoga kamu menjadi orang dusun untuk seterusnya atas dosamu menyapa dewa, Amatlah dengkinya si Balwan seraya berkata kepada Bhatara dan mengasutnya, Bhatara lalu memanggil seluruh manusia yang ada dan setelah berada dihadapannya, mereka dipérintahkan mendelikkan matanya sambil memandang Bhatara. Mata mereka dicoret dengan kapur disertai kutukan : “Semoga hai kamu manusia, karena kamu bertindak yang tidak pantas kepadaku muiai saat ini kau tidak akan dapat melihat para dewata sampai seterusnya, atas dosamu menyapaku sambil buang air, Sapaku ini berlaku pula kepada keturunanmu, seandainya engkau ingin bertemu denganku, pada saat kematianmulah akan dapat meiihatku”. Demikianlah sapa Bhatara kepada manusia. Mereka menyembah kehadapan Hyang Bhatara yang tak henti—hentinya menyesali perbuatannya. Itulah sebabnya mengapa manusia di dunia tidak dapat melihat para dewata lagi.
Diceriterakan bahwa ketika mereka kembali ke gubuknya di tengah jalan mereka bertemu dengan si Balwan, Terjadilah perdebatan antara si Balwan dengan manusia, Mereka berseru : “Berbahagialah aku bertemu denganmu di sini, Sekarang aku akan menyampaikan kepadamu bahwa mulai saat ini sampai seterusnya aku akan menjadi musuhmu dan setiap keturunanku bertemu dengan keturunanmu mereka akan membunuh keturunanmu, Si Balwan lalu menjawab : “Hai manusia aku tidak akan menolak permintaanmu, Baiklah kalau demikian, tetapi ada permintaanku kepadamu yaitu apabila keturunanku bertemu dengan keturunananmu pada waktu kajeng kliwon, keturunanku akan membunuh keturunanmu dengan menjilat badan serta mata kakinya” Baiklah kalau demikian mulai sekarang beritahukanlah seluruh keturunanmu agar mereka tetap waspada terhadap perjanjian ini, Itulah sebabnya si Balwan dapat merubah diri sesuai dengan keadaan disekitarnya lebih—lebih apabila berada di daun kayu.

Pada salah satu bagian babad ini dijelaskan pula asal mula timbulnya pungkusan keturunan Tewel yang diuraikan sebagai penuturan di bawah ini. Seperti halnya para dewa—dewa lainnya Bhatara çiwa diutus oleh Bhatara Hyang Pramesti Guru untuk menuntun dan memberikan pelajaran kepada orang—orang yang ada di Bali, membuat bale papayon agar dapat ditiru ôleh orang—orang Baliaga. Dalam perjalanannya beliau menjumpai tuwed nangka sisa—sisa hutan yang terbakar waktu membuat lading, Melihat tuwed nangka ini lalu terbitlah keinginan beliau untuk memperbaik i dan memperhaluskannya sehingga berbentuk manusia, Bhatara çiwa dengan dibantu oleh Hyang Semara, beryoga dan menjelmakan manusia laki perempuan Sejumlah 1l9 orang. Mereka berpasang—pasangan dan menikah dengan saudaranya, Karena jumlah 119 salah seorang wanita diantaranya tidak mendapatkan jodoh dan tidak mau dimadu oleh saudaranya, Dengan perasaan kesal dan sedih berjalanlah ia tanpa tujuan Sehingga akhirnya sampai di tempat tuwed nangka yang diperhalus oleh Bhatara çiwa, Wanita ini merasa tertarik / jatub cinta kepada togog nangka dan sambil dielus—elusnya iapun berkata “Wahai arca penjelmaan Mona, benar—benar terkesan dihati hamba, Yah seandainya tuanku (togog), menjadi manusia, hamba akan sanggup dan bersedia menghamba, Suka duka hamba akan selalu mendampingi serta memenuhi segala kehendak tuanku. Demikian ucapan wanita itu seraya mengurut togog tuwed nangka sehingga karena seolah—olah telah berhubungan dengannya keluarlah spermanya. Atas kehendak Hyang Bhatara akhirnya perempuan itupun hamil Namun ia tidak henti hentinya berujar bermohon kepada Bhatara agar apa yang dicita—citakan terlaksana.

Selanjutnya datanglah Bhatära Brahma disertai Bhatara Semara seraya berkata “Hai kamu perempuan Baliaga dusun, apa kehendakmu sekarang ? Hendak bersuami dengan togog ? Perempuan itupun menjawab sambil menyembah “Wahai paduka Bhatara, hamba menyadari tetapi oleh karena besar kasih sayang hamba kepada tawulan ini, andaikata berkenan dihati Bhatara alangkah berbahagia perasaan hamba seandainya paduka Bhatara dapat menjelmakan tawulan ini menjadi manusia agar dapat hamba jadikan suami sampai seterusnya”. Bhatarapun menjawab “Hai kamu manusja andaikata demikian kehendakmu baiklah akan aku laksanakan segalanya”. Kemudian Bhatarapun beryoga sehingga tidak lama akhirnya tawuluan itu menjelma menjadi seorang pria yang amat tampan. Tidak terkatakan betapa gembiranya wanita dusun Baliaga itu, sebagai tidak di dunia perasaannya. Segera penjelmaan itu diayunnya, dipangku, dirangkul, dielus— elus karena suka citanya sehingga hampir saja keluar sanghyang tiga smaraturanya (sperma), Tercenganglah Bhatara melihat tingkah ]aku perempuan itu dan berkata : “Hai kamu manusia, amatlah tidak senonohmu, Sekarang terimalah kutukanku atas dosamu yang tidak tahu diri tidak sabar berkasih kasihan serta mengelus elus dihadapanku, Sedikitpun kamu tidak mengenal malu dan tidak mempunyai perasaan takut Semogalah kamu hai manusia selalu bertengkar, tidak serasi dalam keluargamu karena kawin dengan tuwed, Kelak apabila kandungan ini lahir semoga melahirkan gumatap—gumitip sejumlah 175 dan berbalik menjadi musuh manusia di dunia, Selanjutnya apabila kamu kembali melahirkan anak dengan si Tawulan dimanapun mereka berada agar bernama Ki Mangatewel sebab leluhurmu berasal dari kayu tuwed nangka.

Pada bahagian lain babad Pasek Kayuselem diselingi ceritra bertahtanya seorang raja bernama Detya Karna pati dengan abiseka çri Jayapangus yang berkeraton di Balingkang. Selama beliau memegang tampuk pemerintahan, Bali amat aman, tenteram dan segala usahanya selalu ber hasil, Sebaliknya ketika çri Jayapangus wafat, Bali kembali menjadi lengang sebab tidak ada raja yang membimbing penduduk Bali. Menyadari hal ini Bhatara Putra jaya, Bhatara Ghnijaya serta Hyang Catur Purusa bersama sama pergi ke Jambudwipa menghadap Bhatara Hyang Pramesti Guru untuk memohon, agar ada raja yang memerintah di Bali. Permohonan beliau dipenuhi dan sesuai dengan hasil pertemuan para dewa, diputuskan Mayadanawa turun ke Bali untuk memegang tampuk pemerintahan, Mayadanawa adalah anak Bhagawan Kasyapa yang kawin dengan Dyah Wyapara, Dari perkawinan ini lahir Mayadanawa yang menikah dengan Dewi Malini putri dan Hyang Anantabhoga dan beribu-kan Ni Dewi Danuka. Mayadanawa selama memerintah di Bedahulu didampingi seorang patih yang amat terkenal bernama Kala Wong dan pusat pemerintahannya terletak di Batànar ( Pejeng). Pada awal pemerintahan Mayadanawa pulau Bali tidak jauh berbeda dengan masa pemerintahan çri Jaya pangus yang berkeraton di Balingkang. Namun hal ini tidaklah dapat berlangsung lama sebab sifat loba,tamak angkara murka serta “Nyapa kadi aku” makin menyelubungi hatinya. Prabu Mayadanawa tidak ingat akan dirinya sebagai seorang raja yang harus mengayomi dan melindungi seluruh rakyat, Mayadanawa tidak ingat akan kebesaran Tuhan yang telah menjadikannya, Bahkan dengan tegas Mayadanawa menghalangi dan melarang rakyat menghaturkan sembah dan pemujaan Ida Sanghyang Widhi Waça. Rakyat Bali tidak diperkenankan sujud kehadapanNya sebab Maya danawa berpendapat, tidak ada yang lebih kuasa, kuat dan berpengaruh selain dirinya, Oleh karena itu tidaklah ada gunanya menghaturkan sajian kepada Ida Sang hyang Widhi Waça kecuali kepada dirinya. Tindakan di atas amat merisaukan para dewata sebab sejak saat itu rakyat Bali tidak ada yang berani menghaturkan sembah dan bakti kepadaNya. Mereka takut melakukannya, khawatir serta cemas dikenakan hukuman ataupun siksaan oleh Mayadanawa, Kegelisahan para dewata makin tidak dapat dibendung lagi, Akhirnya para Bhatara dan dewata di Tolangkir menghadap Hyang Pra mesti Guru, memohon agar Prabu Maya danawa yang mencemaskan penduduk Bali dimusnahkan dari madyaloka. Hyang Pramesti Guru memerintahkan para dewata para resi dan tidak ketinggalan Bhatara Indra agar turun ke Bali untuk melenyapkan raja Mayadanawa, Se tibanya di Bali terjadilah pertempuran yang dasyat antara bala tentara Mayadanawa dengan para dewata, Korban diantara kedua belah pihak berjatuhan dan pertempuran tetap berkobar dengan sengitnya, Bala tentara Mayadanawa terdesak, tidak kuat melawan serangan para dewata yang dipimpin Bhatara Indra, Mayadanawa dan Patih Kala Wong melarikan diri tetapi walaupun menyamar menjadi berbagai bentuk, penyamarannya tetap diketahui Bhatara Indra. - Mula—mula Mayadanawa menjelma menjadi pohon timbul, kemudian lari ke sorga menjadi seorang bidadari tetapi diketahui juga dan tak henti—hentinya dikejar Bhatara Indra. Perlu kami sampaikan bahwa pada Usana Bali dijelaskan banyak nama—nama desa yang dihubungkan dengan penjelmaan Mayadanawa dalam menyelamatkan dirinya dari kejaran Bhatara Indra. Misalnya tempat Mayadanawa menjelma menjadi busung (daun kelapamuda),disebut desa Belusung, Tempat Mayadanawa menyamar menjadi pusuh ( jantung pisang) disebut desa Paburwan, tempat Maya danawa menyamar menjadi batu besar sekarang disebut desa Sebatu, Menjadi manuk (burung) disebut desa Manukaya Tempat Mayadanawa menyamar menjadi padi disebut desa Tampaksiring dan terakhir sampailah ia pada suatu tempat dan menjelma menjadi padas (paras), Pada penjelmaan inilah akhirnya Mayadanawa dipanah oleh Bhatara, Indra sehingga menemui ajalnya, Tempat terbunuhnya Mayadanawa dan Patih Kala Wong kini dikenal dengan nama desa Toya Dapdap dan Pangkung Petas. Sedangkan darah Mayadanawa yang terus mengalir menjelma menjadi sungai yang sekarang dikenal dengan nama sungai Petanu.
Tersebutlah setelah Prabu Mayadanawa meninggal, arwahnya dapat kembali ke sorga sebab walaupun Maya— danawa telah berbuat jahat dan melarang orang—orang menghaturkan sembah kehadapan Sanghyang Widhi Waça pada waktu beliau di Madyaloka namun tetap dianggap sebagai seorang kesatria (puruseng rana) yang rela berkorban di medan pertempuran. Dewi Malini amat sedih ditinggalkan suaminya (Mayadanawa), Ia merasa ini sebab arwah suaminya dapat menetap di sorga dengan tenangnya, Itulah sebabnya Dewi Malini pergi ke Sapta Petala menghadap ibundanya Dewi Danuka, Mendengar pengaduan putrinya, Dewi Danuka tidak dapat memecahkan permasalahan tersebut dan mereka berdua pergi menghadap Dewi Wyapara, Dewi Wyaparapun tidak dapat mengatasi persoalan di atas. Akhirnya mereka berdua(Dewi Wyapara dan Dewi Danuka) pergi ke Indraloka menghadap Bhatara ,Indra serta memohon agar Mayadanawa dapat kembali menjelma menjadi raja di Bali. Oleh Bhatara Indra permohonan mereka dikabulkan tetapi dengan persyaratan bahwa sebelum Mayadanawa menjelma Ia harus beryoga semadi untuk melenyapkan segala dosa yang pernah dibuatnya. Ketika yoganya selesai dan segala dosa—dosanya lenyap Mayadanawa diperintahkan menjelma menjadi raja di pulau Bali. Penjelmaan beliau buncing (kembar laki perempuan) dan berabiseka çri Aji Masula Masuli.

Sejak saat kelahiran çri Aji Màsula Masuli, Bhatara Indra memberitahukan kepada seluruh penduduk Bali bahwa mereka tidak diperkenankan kawin dengan saudara kandungnya. Mereka tidak diperkenankan meniru (amada—mada) çri Aji Masula Masuli yang kawin dengan saudara kandungnya. Ditegaskan bahwa andaikata diantara mereka ada yang melanggar, mereka harus dibuang ke laut sebab dianggap mencemarkan negara (angletuhin gumi). Lebih—lebih apabila ada penduduk yang melahirkan anak laki perempuan (kembar buncing) seperti ke lahiran Dalem çri Aji Masula Masuli, mereka harus disingkirkan dan bertempat tinggal di dekat kuburan Selama 42 hari, serta untuk mengembalikan kesucian desa penduduk harus melaksanakan upakara pamalik sumpah, anyapuh untuk melenyapkan kekotoran (keletehan) desa.
Lebih jauh diceriterakan bahwa dari çri Aji Masula Masuli ini lahirlah seorang putra yang tampan serta ahli menjalarkan weda mantra. ,Putra beliau bernama Tapolung (Tapaulung) yang kemudian menggantikan ayahnda-nya menjadi raja di Bali dengan didampingi dua otang patihrya yaitu Pasunggrigis dan Kebo Iwa, Selama pemerintahan raja Tapolung pulau Bali tetap aman Seperti pada masa pemerintahan Sri Aji Masula Masuli.

Selanjutnya pada bagian akhir babad mi dijelaskan bahwa Bhatara Putrajaya memerintahkan agar :

a. Mpu Ghnijaya beryoga di gunung Lempuyang bersama—sama Bhatara Kamimitan yaitu Bhatara Ghnijaya.

b. Mpu Semeru beryoga di Besakih bersama— sama Bhatara Putrajaya.

c. Bhatara Ghana beryoga di Dasar Bhuwana.

d. Mpu Kuturan beryoga di silayukti.

e. Mpu Bradah ke Jawa dan ke Bali (angajawa dan angabali).

Mpu Ghnijaya menurunkan Sanak Pitu. Mpu Sumeru menurunkan Mpu Kamareka dan Mpu Ghana menurunkan Mpu Galuh.

Setelah kita mengikuti beberapa garis besar isi babad Pasek Kayuselem yang merupakan uraian pelengkap babad ini, baiklah pada bagian ini kita mengalihkan pikiran untuk membicarakan bagaimana asal usul terjadinya Warga Pasek Kayuselem sesuai dengan babad yang kami pakai dasar penyusunan tulisan ini.

Tersebutlah pada waktu para dewata merabas dan membakar hutan di gunung Tampurhyang sebuah pohon asam( tuwed) tidak habis terbakar oleh api, Tuwed asam yang masih tersisa ini kelihatan sebagai orang yang sedang bersemadi (ngranasika). Penduduk Bali makin bertambah mengingat sudah banyaknya manusia di Bali. Bhatara Brahma diperintahkan oleh Hyang Pramesti Guru turun ke Bali untuk menciptakan manusia agar kelak ada keturunan Bhujangga di Bali. Ketika beliau sampai di Tampurhyang dijumpainya tuwed asam tersebut. Beliau amat tertarik melihat dan berkehendak memperbaikinya. Kemudian Hyang Brahma mengundang Bhagawan Wismakarma untuk memperbaiki dan memperhalus tuwed asam itu agar benar—benar menyerupai bentuk manusia. Untuk memenuhi maksud di atas serta agar beliau tidak dikenal oleh orang—orang Baliaga. Bhagawan Wismakarma menyamar menjadi seorang petani dusun, berbaju kotor dan bertopikan sebuah kuskusan datang ke tempat tuwed asam bekas pembakaran hutan di Tampurhyahg. Tuwed tersebut diperbaiki dengan saksama sehingga benar benar berbentuk wujud manusia yang tampan.

Sebelum Bhagawan Wismakarma meninggalkan Tampurhyang beliau tidak lupa memberikan petunjuk kepada wong Baliàga, bagaimana cara membuat bangunan (ngundaginin) agar dapat dikembangkan dan diterapkan pada masa mendatang. Atas perintah Hyang Pramesti Guru, Bhatara Indra ditugaskan mengajar wong Baliaga agar mereka dapat mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan ukir mengukir (sangging). Selama Bhatara Indra berada di Tampurhyang beliau tidak lupa menyempurnakan togog celagi yang telah diperhalus sebelumnya oleh Bhagawan Wismakarma. Demikian pula agar penduduk Baliaga mengenal perdagangan, Bhatara Hyang Pramesti Guru mengutus para Bidadari menyamar menjadi penjual keris serta kain agar dapat ditiru oleh wong Baliaga. Pada kesempatan ini para bidadari pergi ke tempat togog tuwed celagi dan mengenakan kain, destar,sampir, ikat pinggang serta menyisipkan sebuah keris di pundaknya.
Keindahan togog makin bertambah serta orang—orang Bali aga tidak bosan—bosan menikmatinya. Siang malam mereka berbondong-bondong melihat sehingga tak ubahnya Seperti Sang Kresna di Dwarawati sedang dihadap para menteri dan rakyatnya. Kewibawaan togog makin cemerlang, sehingga banyak diantara mereka yang kagum dan tercengang menyaksikan. Bahkan banyak pula diantara nEreka mengeluarkan ucapan bahwa apabila tögog tersebut benar benar berwujud seorang manusia mereka akan sanggup menghamba selama hidupnya.

*** Diceriterakan Mpu Mahameru turun ke Bali hendak menghadap Bhatara Putrajaya di Tolangkir dan Bhatara Ghnijaya di Lempuyang. Dalam perjalanannya menuju desa Kuntugladi beliau beristirahat sejenak di Tampurhyang. Di tempat itu Mpu Mahameru melihat air yang jernih Se hingga timbul hasrat beliau untuk mencuci muka. Ketika beliau mencuci muka terlihat olehnya tuwed clagi yang amat tampan dan berwibawa sedang dikerumuni oleh orang orang Baliaga. Terketuk hati beliau untuk menjelmakan togog tersebut menjadi seorang manusia. Mpu Mahameru beryoga dan dengan segala keahliannya dan terjelmalah togog itu menjadi seorang manusia. Tiba—tiba manusia penjelmaan togog (Kayureka) menjadi amat tercengang serta keheran heranan sebab tidak mengetahui apa yang harus ia perbuat, seraya menghaturkan sembah dihadapan Sira Mpu ia pun bertanya : “Wahai Paduka Sang Mahamuni, siapakah yang telah menaruh belas kasihan kepada hamba sehingga hamba benar—benar menjelma menjadi seorang manusia ?“. Mpu Mabameru menjawab : “Hai Kayureka akulah yang menjelmakanmu menjadi manusia”. Kayukreka menyembah dan memeluk kaki beliau seraya bertanya : “Siapakah sebenarnya paduka yang masih kasihan kepada hamba ?“ Mpu Mahameru menjelaskan bahwa beliau adalah putra Bhatara Ghnijaya yang bersemayam di Adrikarang (Lempuyang).
Mendengar penjelasan itu Kayureka berkata “Wahai Mpu ngku junjungan hamba, hamba merasakan seolah—olah mendapatkan amerta dari paduka. Apakah yang harus hamba pergunakan membayar hutang hamba kehadapan paduka yang tak ubahnya sebagai bumi dan akasa ini ?. Sekarang tuluskanlah belas kasihan paduka kepada hamba agar segala dosa—dosa yang ada pada diri hamba menjadi bersih seterusnya. Demikian juga apabila paduka berkenan hamba memohon agar hamba bisa jüga kiranya mengikuti jejak Sang Mahameru”. Mpu Mahameru menjawab : “Tidak boleh aku menganugrahkan Sanghyang Aji kepadamu sebab engkau bukanlah berasal dari manusia, Tidak sepatutnyalah Sanghyang Aji dianugrahkan kepadamu”. Mendengar jawaban itu Kayureka menangis, menyesali nasib nya yang malang serta berkata : “Wahai paduka Bhatara, seandainya paduka tidak ada belas kasihan kepada hamba, menganugrahkan Sanghyang Aji, baiklah kembalikan dirihamba kepada wujud semula yaitu berupa tuwed, Apakah gunanya hamba menjadi manusia tidak mengetahui tata laksana dan selalu akan dijadikan tertawaan orang ?“. Mpu Mahameru tertegun mendengar ucapan Kayureka Tiba tiba terdengar suara dari angkasa : “Anakku Sang Mpu, janganlah demikian, boleh juga anakku menganugrahkan Sanghyang Aji kepadanya sebab anakku jugalah yang menjelmakan Kayureka nenjadi manusia, Janganlah khawatir aku memperkenankan Sanghyang Aji diajarkan kepada— nya”. Mpu Mahameru berpikir dan berkata : “Wahai Kayu reka, benarlah kamu ini seorang dewata yang berganti rupa menjadi sebuah togog, Pantaslah kamu menjadi Wong lawu, Sekarang marilah mendekat képadaku, aku akan menganugrahimu”. Kayurékapun mendekat dan menunduk di hadapan Sang Adiguru. Sabda Sang Mahajati “Hai Kayu reka, dengarkanlah petuahku baik—baik dan janganlah engkau mengumbar—ambirkan serta meremehkannya, karena Sanghyang Aji yang akan aku anugrahkan amat keramat. Terimalah anugrahku semoga kamu dapat meresapkan ke dalam batinmu dan karena tidak adanya Bhujangga di Bali, mulai sekarang engkau diperkenankan menjadi Bhujangga (mujanggain) orang—orang Baliaga semuanya Janganlah lupa memberitahukan keturunanmu agar mereka selalu mengingat asal usulnya. Begitu pula kelak apa— bila lahir keturunan dari kakakku Mpu Ghnijaya, keturunanmu harus menghormat dan menyembahhya, Tetapi keturunanku tidak boleh menyembah keturunanmu sebab kamu aguru putra denganku lagi pula penjelmaanmu berbeda dengan kelahiranku. Ingatlah jangan lupa, amat’ berbahaya apabila engkau tidak mentaati petuahku, Ada pun anakku Kayureka oleh karena engkau sudah apodgala (dibaptis) mulai sekarang engkau bernama Mpu Bendesa Dryakah sebab engkau berasal dan tuwed pada mulanya. Engkau diperkenankan melaksanakan upakara kematian( pralina ngentas) tetapi yang boleh kamu selesaikan upakaranya hanyalah orang—orang Baliaga saja, Anakku Mpu Dryakah kelak apabila engkau sudah meninggal dan diupakarai oleh anak cucumu, upakaranya tidak boleh diselesaikan oleh Brahmana. Kamu cukup memohon di kawitanmu (kahyanganta) sebab asal usulmu bukanlah dari manusia. Apabila anak cucumu telah selesai mengupakarai jasadmu, engkau diperkenankan melakukan pitra yadnya sebanyak tiga turunan, dan setelah tiga turunan barulah sang resi Siwa Bhudha diperkenankan menyelesaikan (muputang) upakaranya. Ingat dan beritahukanlah petuah—petuahku ini kepada seluruh keturunanmu karena amat berbahaya apabila kena kutukanku’. Demikianlah sabda Mpu Mahameru kepada sisyanya disertai sembah sujud Mpu Dryakah dihadapannya.
Disamping itu Mpu Mahameru memperingatkan kepada orang Baliaga bahwa kelak apabila diantara mereka ada yang hendak melaksanakan upakara pitrayadnya, mereka diperkenankan membakar jasad, (mabya geseng ) dan setelah dibakar diperkenankan menanam kembali. Itulah yang disebut wangsa Krama Tambus yang penyelesaian upakaranya dilaksanakan oleh Mpu Dryakah. Sebagai kelanjutannya mereka diperkenankan juga melaksanakan upakara matres dan matuwun.

Kepada keturunan Ki Barakan yang berasal dari tanah liat diperingatkan oleh Mpu Mahameru bahwa keturunan mereka diperkenankan membakar jasad dan menanamnya kembali. Keesokan harinya mereka diperkenankan melakukan upakara ngirim yaitu membuat symbohis orang—orangan di atas kuburannya dan apabila ada yang hendak melanjutkan dengan upakara matres dan matuwun tidak dihalangi. Mpu Mahameru menegaskan. apabila mereka hendak bercakap—cakap dengan Bhujangga Mpu Bendesa Dryakah, mereka harus menyebut beliau Jro Gede sebagai panggilan penghormatannya.

Ditambahkannya setelah Mpu Mahameru memberikan penje1asan kepada Wong Baliaga, untuk lebih sempurnanya keutamaan (kahotaman) Mpu Bandesa Dryakah, Mpu Mahameru kembali menganugrahkan Sanghyang Aji Sehingga pikiran (ajnanan) Mpu Dryakah makin terang Sejak saat itu nama beliau diganti menjadi MpuKamareka. Tidak lama setelah menganugrahkan Sanghyang Aji serta memberikan petuah—petuah kepada Wong Bali aga, Mpu Mahameru meninggalkan Tampurhyang melanjutkan perjalanan menghadap Bhatara Putrajaya di Tolangkir serta Hyang Kamimitan Bhatara Ghnijaya di gunung Lempuyang. Selama di Bali dan bekerja sama dengan Bhatara Tri Purusa, Tolangkir, Lempuyang dan UlunDanu yang dibantu oleh Wong Baliaga di bawah pimpinan Mpu Kamareka, beliau membuat beberapa kahyangan-kahyangan lainnya. Hal inilah yang menyebabkan keberangkatan Mpu Mahameru ke Jawadwipa mengalami hambatan.

Diceriterakan sepeninggal Mpu Mahameru diBali, Mpu Kamareka kembali beryoga di gunung Tampurhyang yaitu pada suatu tempat yang agak tinggi bernama Gwa Song. Beliau melaksanakan yoganya dengan taat dan tekun sesuai dengan petunjuk yang diterima dan Mpu Mahameru. Dalam melaksanakan tapa, beliau tidak makan maupun minum kecuali memusatkan pikiran (ngranasika ) menghadap ketimur selama satu tahun empat hari, menegakkan Sanghyang Ongkara Mantra di dalam hatinya. Berkat kekuatan yoganya maka turunlah paduka Bhatara Brahma dari alam sunya menganugrahi Mpu Kamareka. Bhatara Brahma bersabda “Hai kamu Mpu Kamareka sungguh amat kuat yoga semadimu menghormat kepadaku. Sekarang trimalah anugrahku kepadamu tatwa dyatmika, bentuk tak berbentuk. Begitu pula aku berpesan kepada mu bahwa apabila nanti ada seorang perempuan cantik datang kepadamu mencari tirtha kamandalu, banu pawitra, itulah anugrahku sebagai istrimu dan nanti apabila kamu melahirkan keturunan dengannya berilah ia nama Mpu Ghnijaya Kayu Ireng. Demikianlah anugrah Bhatara Brahma maka Mpu Kamareka menghaturkan sembah.
Tidak hanya sampai di sini bahkan setelah beliau menerima anugrah Bhatara Brahma, Mpu Kamareka kembali beryoga memusatkan pikiran dihadapan api perasapan, Asapnya membubung ke atas, bau yang harum sampai ke sorga. Gemparlah seluruh widyadara dan widyadari para dewata serta para resi gana yang ada di sorga. Dari awang—awang keluarlah Bhatara Sanghyang Acintya disertai hujan bunga dan bersabda : “Wahai Kamareka walaupun kamu seorang Mpu dan keturunan sudra (kula wangsa) tetapi tidak terhingga betapa teguh yoga Semadimu, Sekarang ada anugrahku kepadamu tirtha kamandalu, banu pawitra. Terimalah tetapi janganlah ditekeburkan, simpanlah baik—baik dalam hatimu.Tak lama kemudian lenyaplah Bhatara diiringi weda pujaan Mpu Kamareka. Bertambah tambah kegembiraan Mpu Kamareka berkat anugrah Sanghyang Aji yang telah sampaikan kepadanya.

Diceriterakan Dadari Kuning diperintahkan Bhatara Indra ke Tampurhyang untuk menjadi jodoh Mpu Kamareka. Setibanya di Gwa Song Dadari Kuning dilihat oleh Mpu Kamareka seraya disapanya, “Wahai wanita cantik yang tak ubahnya seperti Dewi Gangga, dan manakah tuan putri sehingga sampai di sini di tengah hutan yang lebat serta siapakah sebenarnya tuan putri ini ? Siapakah orang tua anda,kalau boleh ceriterakanlah kepada hamba segera”. Menjawab Dadari Kuning, “ Hamba ini adalah seorang bidadari dan Indraloka, membuang— buang langkah ke Bali hendak mencari tirtha pawitra. Tetapi oleh karena hamba melihat sebuah sinar gemerlap, hamba memutuskan menuju sinar tersebut. Itulah sebabnya hamba sampai ke tempat ini”. Mpu Kamareka menjawab : “Baiklah hai wanita cantik yang tak ubahnya sebagai Dewi Ganggà. Apakáh maksud tuan putri mencari tirtha pawitra ? ”. Wahai Sang Maha Mpu dahulu pada waktu hamba di sorga loka hamba merasa khawatir terhadap para watek gandharwa yang selalu mendesak dan memaksa hamba untuk menjadi istrinya. Itulah sebabnya hamba pergi dan sorga, pergi tanpa tujuan untuk membersihkan diri dan akhirnya bertemulah hamba dengan Sang Mahamuni di sini. Mpu Kamareka berkata : “Báiklah andaikata demikian,apabila tuan putri tidak berkeberatan marilah kita bersama—sama menanggung kesengsaraan di hutan belantara ini. Dadari Kuning menjawab : “Aduhai Sang Mahamuni teringatlah hamba pada perintah Bhatara dahulu menyuruh hamba turun ke dunia, Mungkin benar inilah jodoh hamba, Yah apabila Maha muni tidak berkeberatan tuluskanlah belas kasihan Mpu ngku kepada hamba. Mpu Kamareka tertegun tidak bisa menjawab permohonan Dadari Kuning oleh karena suka citanya, pilu bagaikan disayat hatinya,Akhirnya beliau pun menjawab dengan gregetan : Aduhai buah hatiku tidak lain hambalah jodohmu, Teringat hamba kepada sabda Bhatara báhwa bidadarilah tuanku, tidak sabar sudah kakandamu menantikannya”. Dadari Kuning menunduk, dipangku, dibelai oleh Mpu Kamareka dengan gregetan seraya berkata : “Aduhai idaman hatiku, terus kanlah kasih sayangmu kepada hamba, bersama menderita di dalam hutan, Kakandamu tidak akan menentangmu walau pun sampai tujuh kali menjelma kanda akan selalu menyertaimu”. Dadari Kuning menjawab dengan berlinangkan air mata “Wahai Mpu-ngku janganlah demikian tergesa—gesa Mpungku. Siapakah yang tidak akan bergembira apabila Mpungku berbahagia bersama hamba. Tetapi permintaan hamba apabila perkawinan telah terlaksana Mpungku tidak boleh menolak segala permintaàn hamba sebab demikianlah tata krama di sorga loka. Menjawab Sang Mpu Kamareka “Baiklah kalau demikian,kanda akan mematuhi permintaanmu, Janganlah ragu—ragu terhadap hamba. Kemudian merekapun kawin dan bersama sama mengecap kebahagiaan orang bersuami istri.
Entah berapa lama mereka bersuami istri,lahir dua orang anak laki perempuán yang amat cantik rupanya. Tidak terhingga betapa gembiranya Mpu Kamareka beserta istrinya. Kedua putra putri beliau diupacarai sesuai dengan upakara yang telah berlaku. Kedua putra putrinya diberi nama Ki Kayu Ireng dan Ni Kayu Ayu Cemeng. Ketika keduanya telah dewasa Ki Kayu Ireng berkata pada ayahndanya “Wahai ayahnda oleh karena anaknda sudah dewasa dan di gunung demikian dinginnya ka1au boleh hamba ingin mencari seorang istri, ayah anda”. Sang Maha Mpu menjawab “Anakku Kayu Ireng baiklah tetapi yang patut engkau jadikan istrimu tidak lain adikmu Ni Kayu Ayu Cemeng sebab ialah jodohmu semenjak engkau berada di dalam perut. Hanya saja sekarang masih menunggu hari yang baik untuk melangsungkan upakaranya. Akhirnya ketika tiba waktunya Ki Kayu Ireng dikawinkan dengan Ni Kayu Ayu Cemeng serta setelab dibaptis (apodgala) Ki Kayu Ireng berganti nama Mpu Ghnijaya Mahireng.
Selanjutnya pada .waktu Mpu Mahameru pergi ke Bali menghadap Bhatara Putrajaya di Besakih dan Bhatara Ghnijaya di Lempuyang beliaupun tidak lupa singgah di Tampurhyang menemui Mpu Kamareka. Beliau disambut Mpu Kamareka dan istrinya sesuai dengan penyambutan para pendeta yang lazim dilaksanakan. Pada kesempatan ini Mpu Kamareka diberi petuah agar tetap taat melaksanakan apa yang telah dianugrahkan kepadanya. Ditegaskan bahwa sejak saat itu Mpu Kamareka rumawak ksatriya Brahmana selama tiga keturunan saja dan setelah itu kembali menjadi kulawangsa (sudra). Para pratisentana Mpu Kamareka dimanapun mereka berada agar tetap menjaga gagaduhan yang telah dipaparkan.Sebaliknya apabila ada yang melanggar gagaduhan tersebut mereka dikutuk agar menjadi wong tani cingkrang Pada waktu meninggalnya tidak boleh upakaranya dilaksanakan oleh brahmana atau dibakar sebab mereka di anggap bukan ketürunan Mpu Kamareka. Sedangkan bagi mereka yang taat melaksanakan gagaduhan di atas disebut wong tani dan setelah tiga turunan menjadi Arya Pasek Kayuselem. Demikian pula mereka yang sudah dianggap akhli menjalankan tata agama diperkenankan mujanggain tetapi batasnya hanya tiga turunan dan Setelah itu surud kembali. Kelak apabila ada keturunanmu hendak membakar jasad leluhur apabila belum ada brahmana di Bali yang lahir dari keturunan Mpu Ghni jaya, keturunan beliau yang disebut Jro Gede diperkenan kan menyelesaikan upakaranya. Sekarang anakku diperkenankan melaksanakan penyelesaian (muputang) jasad orang—orang Baliaga semua, Sebelum Mpu Mahameru kemba1i ke Jawadwipa beliau tidak lupa menganugrahkan Sanghyang Aji kepada Mpu Kamareka. Sepeninggal Mpu Mahameru, Mpu Kamareka memberi petuah kepada putranya sesuai dengan petuah yang beliau terima dari Mpu Mahameru. Antara lain oleh karena telah banyaknya keturunan Mpu Kamareka ditekankan agar pratisentanan beliau tetap menjaga gagaduhan dan harus aguru sisya dengan keturunan Bhatara Ghnijaya yang disebut Sanak Pitu. Walaupun mereka bersaudara, oleh karena asal penjelmaan mereka berbeda maka ditegaskannya keturunan Mpu Kamareka harus menghormati dan menyembah keturunan Sanak Pitu. Keturunan Mpu Kamareka tidak diperkenankan saling ambil mengambil (silih alap) dengan ke— turunan Sanak Pitu. Tetapi apabila keturunan Sanak Pitu berkenan, mereka boleh mengambil keturunan Mpu Kamareka, Keturunan Sanak Pitu tidak diperkenankan menyembah keturunan Mpu Kamareka tetapi keturunan Mpu Kamareka harus menyembah keturunan Sanak Pitu sebab méreka pernahsisya dengan Bhatara Ghnijaya. Seandainya keturunan Mpu Kamareka meninggal jasadnya tidak boleh dibakar agar asapnya tidak membubung lebih atas dan pura Panarajon, pura Ulun Danu, pura Tegeh serta gunung Tampurhyang.. Bhatara tidak menginginkan kahyangañ beliau diliputi asap mayat yang amat kotor (leteh). Untuk mengatasi hal ini mereka hanya diperkenankan melaksanakan upakara penguburan ( mabya tanem ).
Disamping Mpu Ghnijaya Mahireng, Mpu Kamareka melahirkan pula tiga orang putra yaitu Sang Made Clagi, Sang Noman Taruan dan Sang Ketut Kayuselem yang setelah dibaptis (apodgala) masing—masing berganti nama menjadi Mpu Kaywan, Mpu Nyoman Tarunyan dan Mpu Badengan. Seperti halnya Mpu Ghnijaya Mahireng ketiga adik beliau inipun menjadi Bhujangga di Bali. Dari Goa Song mereka berpindah dan beryoga semadi mencari tempat masing—masing. Mpu Kaywan berpindah dan beryoga di Panarajon, Mpu Nyoman Tarunyan pindah ke gunung Tuluk biyu di Blong yang selanjutnya disebut desa Taruñyan.
Sédangkan Mpu Badngan menetap di Gwa Song (Songan)’beserta kakaknya Mpu Ghnijaya Mahireng. Dan catur bhujangga ini melahirkan keturunan yang pada akhirnya saling ambil mengambil (silih alap) diantara mereka.
Dunia berputar terus, usia Mpu Kamareka makin bertambah lanjut dan masanya kembali ke alam sunya makin mendekat, Kini Mpu Kamareka sudah wreda, beliau menyadari bahwa tidak lama beliau harus meninggalkan anak cucunya. Oleh karena itu beliau memanggil seluruh anak cucunya untuk menyampaikan bahwa pada purnamaning kartika. beliau akan meninggalkan mereka kembali kepada Sanghyang Acintya. Pada kesempatan itu beliau berpesan bahwa apabila beliau telah meninggal agar anak cucunya membuatkan kahyangan mengukuhkan (ngadegang ) Sanghyang Tri Purusa beserta Hyang Bhatara lainnya dan khusus baginya agar dibuatkan Sebuah bebaturan sebagai pelinggihnya. Kahyangan tersebut harus dipelaspas, anyapuh serta melaksanakan piodalannya pada hari tileming kadasa. Seluruh keturunannya (Warga Pasek Kayuselem) agar melaksanakan upacara di atas dengan hikmat dan tawakal. Mereka yang tidak mau patuh kepada petunjuk beliau akan kena kutukan yaitu banyak kerja tetapi tidak menemukan pahalanya. Segala tindak perbuatannya tidak akan menemukan kebahagiaannya serta setiap akan muncul di akhiri dengan kegagalan (sugih gawe kurang pangan salampah lakunya tan amangguhaken ayu, mentik—mentik punggel). Selanjutnya apabila pada kahyangan tersebut tumbuh pohon kayu yang hitam warñanya, hal itu suatu pertanda bahwa beliau (Mpu Kamareka) telah berbadan sakala niskala, telah beradá di sisi Sanghyang Jagat Karana serta sejak saat itu berilah nama kahyangan tersebut pura Kayuselem. Seandainya di sini (di Gwa Song) telah tumbuh pohon beringin hal itu suatu pertanda bahwa Mpu Kamareka di alam sunya telah atirta gamaña. Dan sanalah beliau mendoakan seluruh keturunannya (Warga Pasek Kayuselem) yang taat dan patuh terhadap petuahnya tidak akan kurang sesuatu apapun. Hidup dalam kebahagiaan serta kepada mereka yang telah ahli menjalankan weda mantra diperkenankan melaksanakan upakara (manditanin) dan patut dihormati seluruh keluarganya.

Kini- tibalah purnamaning kartika, hari yang ditunggu—tunggu Mpu Kamareka bersiap—siap menuju sunya taya. Pada waktu itu seluruh wong Baliaga, para tamu terutama para warga Sanak Pitu diundang menghadiri dan menyaksikan perjalanan beliau ke alam niskala. Putra— putra beliau sang atur pandita yaitu Mpu Ghnijaya Mahireng, Mpu Panarajon, Mpu Tarunan serta Mpu Badng— an sibuk menyapa dan menyambut para tamu yang datang menghadirinya. Dauh 5, rabu, madhura, byantara, dadi, mahulun wurukung, guru mandala, mnga pada waktu itulah saatnya”Mpu Kamareka mengenakan pakaian serba putih tanda kesuciannya. Seluruh persiapan upakara telah disiapkan yaitu dupa, menyan, astanggi, tile gandapati serta seluruh alat—alat pemujaan lainnya berada di tempatnya masing masing. Mpu Kamareka dengan tenang dan tabah dituntun para putranya keluar menjumpai para tamu yang diundang nya. Kepada para tamu Mpu Kamareka berkata dengan hormatnya : “Amatlah berbahagianya hati kami sebab Seluruh maha pendeta telah datang ketempat ini,meluangkan waktu untuk memenuhi undangan kami, menyaksikan dan memberikan doa restu sebagai pengantar kami menuju alam sunyata. Kesemuanya itu benar-benar mengharukan dan menggembirakan hati saya sebab segalanya menandakan bahwa para Mpu benar—henar tulus, ikhlas kepada hamba. Menjawab para Mpu serta sisya beliau : “ Wahai adikku Sang Mpu, andaikata demikian maafkanlah kami sebab seolah—olah lupa mematuhi kehendak Sang Mpu. Kini kami akan selalu bersedia memenuhi dan mentaati kehendak adik Sang Mpu”, Mpu Kamareka berkata kepada para sisyanya : Aduhai para sisyaku semua, dengarkanlah sekali lagi petuahku apabila keturunanmu telah berkembang beritahukan pula kepadanya bagaimana cara melaksanakan upakara berkenaan dengan upakara kematian (ngaben). Andaikata diantara keturunanmu belum ada yang bisa mujanggain, salah seorang dan keturunan Sanak Pitu yang telah menjadi Bhujangga diperkenankan melaksanakan upakara di atas sebab demikianlah petuah yang telah aku terima dari Bhatara junjungan kita Bhatara Mpu Mahameru. Ingatlab segala nasehat—nasehat ku’. Jikalau ada keturunanku yang tidak mau mematuhi petuah serta nasehatku semoga kena kutukan, merosot, bodoh, banyak kerja tetapi tidak menemukan pahalanya. Lagi pula pada waktu engkau melaksanakan upakara kematian (ngaben) tetapi belum ada Bhujangga di Bali engkau diperkenankan nuhur tirta pangentas di kahyangan saja. Tetapi sebelum engkau nuhur tirta,berdoa dan mohonlah kehadapan Bhatara Jagat Karana serta Sanghyang Tri Purusa. Namun sebelum melaksanakan hal di atas beritahukankanlah kepadaku dahulu,(anging manira astawa rutnuhun) aku akan datang dari alam sunya membantumu memohonkan tirtha pangentas dan pabersihan. Kemudian jika Bhatara Tri Purusa telah menganugrahkan tirtha beritahukan pula kepadaku segera sebab dari sana aku bersama—sama Bhatara akan menganugrahkan tirtha panglambus. Adapun cara memohonnya pergunakanlah sangku tembaga, bahem. slaka, batil besi, dengan rerajahannya masing—masing. Tempat Sanghyang tirta berupa 3 buah periuk (payuk anar) tempat tirta pabersihan”. Para sisya mendengarkannya dengan tekun dan meresapkan petuah—petuah beliau ke dalam hati seraya menghaturkan sembah kepada sang kawitan. Ketika telah selesai memberikan petüah Mpu Kamareka beryoga dan dengan tenang moksa menuju alam sunyata.

Diceriterakan setelah Mpu Kamareka moksa Mpu Ghni jaya Mahireng beserta saudara—saudara dan cucunya berkumpul membicarakan petunjuk yang telah disampaikan Sang wuwus lepas yaitu agar segera melaksanakan upakara pitrayadnya Hari Rabu, mahadewa, kresna paksa ping 15, sasih badrawada mereka mengundang para pandita yang disebut Sanak Pitu agar datang ke Songan menyaksikan upakara pitrayadnya yang akan diselenggarakannya. Upakara berlangsung dengan meriah, gambelan selonding ditabuh sehingga menambah khikmatnya upakara tersebut. Mpu Ragarunting dan Mpu Kaywan mamutru. Mpu Ketek ayoga tasik wedana, Mpu Witadharmma melaksanakan reg weda, Mpu Panarajon ngastawa wedana. Amatlah meriahnya upakara di atas, suara genta bergema bagaikan suara kumbang sedang mengisap bunga. Demikianlah suasana pitrayadnya yang dilaksanakan oleh Mpu Ghnijaya Mahireng dan setelah upacara berakhir para tamu pun kembali ke tempatnya masing—masing.

Oleh karena upacara pitrayadnya telah dilaksanakan selanjutnya Mpu Ghnijaya Mahireng beserta anak cucunya membangun kahyangan sesuai dengan petuah sang wuwus lepas yaitu :

1. Di Jeroan.

a. Sanggar agung pangastawan Bhatara Hyang Suci yang berabiseka Sanghyang Taya.

b. Gedong Tn Purusa tumpang t1u, pangastawan Bhatara çiwa, Sada Siwa, Parama Siwa yang juga disebut Sanghyang Tiga Yadnya.

c. Gdong tumpang dua, pangastawan Bhatara Hyang Brahma dan Hyang Wisnu.

d. Kemulan rong telu, pangastawan Sanghyang Tn Purusa, Brahma Wisnu, Içwara rikala atma tiga.

e. Bebaturan rong dua pangastawan Sanghyang Akasa bertemu dengan Sanghyang Ibu Pertiwi disebut juga, Ibu, Bapak yang menimbulkan amerta siwaiba ( Dwipala).

2. Di Madya : Pesamuhan agung untuk Bhatara semua.

3. Di Jabayan.

a. Bebaturan rong dua, lanang wadon pangastawan Hyang Kawitan.

b. Bebaturan rong t1u, pangastawan.Sanghyarig tiga sakti.

c. Sedahan taksu apit lawang.

Seluruh pelinggih kahyangan di atas selesailah sudah dibangun serta upakara anyapuh, pamelaspas, ngenteg linggih segera dilaksanakan. Tidak lama kemudian pohon asam hitampun tumbuh di kahyangan tersebut sehingga sejak saat itu pura tersebut dinamakan pura Kayu selem yang juga merupakan suatu pertanda Mpu Kamareka telah berbadan sakala niskala.

Sesuai dengan petuah Hyang Kawitan oleh karena pelaksanaan upakara telah selesai, sebagai pertanda kebenaran (kesujatian) kahyangan dibangunnya, didirikan pula sebuah kahyangan disebut pura Jati yang menjadi junjungan penduduk pulau Bali.

Selesai.

Disadur dari : Buku Babad Pasek Kayu Selem yang ditulis oleh PUTU BUDIASTRA dan WAYAN WARDHA

Post By Agus.
Selengkapnya.....