5.3.09

Nyepi sebagai Perayaan Tahun Baru Umat Hindu


Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan oleh Umat Hindu di Bali dan Indonesia Umumnya merupakan Perayaan hari Pergantian Tahun Saka ( Isaka Warsa ) yang pada tahun 2009 Masehi ini Tahun Saka baru mencapai umur 1931.
Hari Raya Nyepi tahun ini jatuh pada tanggal 26 Maret 2009 yaitu pada hari pertama sasih Kedasa (Bulan Sepuluh dalam perhitungan Kalender Hindu di Bali .
Adapun Rangkaian Hari raya Nyepi adalah sebagai berikut :


1. Melasti : Merupakan Ucapara Penyucian Simbul-simbul Suci Agama Hindu menjelang Perayaan Nyepi dan upacara ini biasanya dilakukan di Pantai dan Sumber-sumber air yang dianggap sebagai sumber Tirtha Amertha ( Air Suci ) oleh Umat Hindu.

2. Tawur : Pemarisudha /Penyucian bhuta kala yang dalam pemujaan dimurtikan, setelah diberi tawur menjadi somiya. Tawur dilaksanakan sehari menjelang Nyepi yaitu pada Hari Tilem (bulan Mati) Kesanga ( Bulan kesembilan dalam perhitungan Kalender Bali ).

3. Ngerupuk : Merupakan lanjutan daripada pelaksanaan tawur yang dilaksanakan di tiap- tiap pekarangan rumah. Dalam Upacara Ngerupuk ini biasanya Warga Umat Hindu di masing-masing Banjar / Desa yang ada di Bali membuat dan mengarak Ogoh-ogoh ( Sejenis Patung sebagai Simbolis Bhutakala/kekuatan Negatif ) keliling Desa dan kemudian dibakar di Kuburan sebagai Simbolis untuk menghilangkan Kekuatan Negatif yang ada di Desa tersebut sehingga diharapkan umat Hindu nantinya dapat menjalankan Nyepi tanpa diganggu oleh Bhutakala/ Kekuatan negatif.

4. Pelaksanaan Nyepi : Dalam merayakan Nyepi ini Umat hindu pada umumnya melaksanakan empat Pantangan yang lebih dikenal dengan sebutan Catur Brata Penyepian yakni :
* Amati Geni : berpantang untuk menyalakan api
* Amati Karya : berpantang untuk melaksanakan aktivitas kerja
* Amati Lelanguan : berpantang untuk menghibur diri.
* Amati Lelungan : berpantang untuk bepergian.
Sehingga dalam hari suci Nyepi ini Seorang pemeluk Hindu hendaknya mengadakan mawas diri, menyatukan pikiran, serta menyatukan cipta, rasa, dan karsa, menuju penemuan hakikat keberadaan diri dan inti sari kehidupan semesta.

5. Ngembak Geni : Setelah Melaksanakan Catur Brata Penyepian, Keesokan harinya dilaksanakan Hari Ngembak Geni dan pada hari ini Umat Hindu melakukan Silahturahmi untuk bermaaf-maafan dengan tetangga dan handai tolan yang ditemui, dalam suasana batin yang telah bersih dan dipenuhi kebijaksanaan.

Demikianlah Rangkaian Pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan oleh Umat Hindu dalam Merayakan Tahun Baru Saka yang merupakan Tahun Kalender Hindu di Bali dan Indonesia umumnya.

Photo dari berbagai Sumber.